Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop Radiasi
Vol 15, No 2 (2019): Desember 2019

Laju Erosi di Sub DAS Cianten Berdasarkan Cs-137 dan Pb-210 Excess dan Kontribusinya pada Sedimen Suspensi di Tamilung

Barokah Aliyanta (Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi - BATAN)
Untung Sugiharto (Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi - BATAN)
Arief Adhari (Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi - BATAN)



Article Info

Publish Date
29 Dec 2019

Abstract

Erosi tanah merupakan bentuk degradasi lahan yang terus berlangsung di kebanyakan daerah Indonesia. Estimasi kuantitatif laju erosi diperlukan untuk mengkaji keefektifan usaha konservasi yang ada. Sampel tanah diambil melalui 7 transek dan 5 transek yang mewakili tata guna lahan kebun/perkebunan dan tata guna lahan ladang di sub DAS Cianten. Hasil estimasi laju erosi dari tata guna lahan kebun/perkebunan mempunyai rentang nilai -14,6 ton/ha/th sampai -32,20 ton/ha/th dan rata-rata laju erosinya adalah -23,20 ton/ha/th berdasarkan pada Cs-137, dan mempunyai nilai dari -13,50 ton/ha/th sampai -36,33 ton/ha/th, dengan rata-rata -24,74 ton/ha/th berdasarkan Pb-210 excess. Hasil estimasi laju erosi lahan ladang bervariasi dari -16,24 ton/ha/th sampai -37,33 ton/ha/th, dengan rata-rata -26,52 ton/ha/th berdasarkan Cs137; dan bervariasi dari -22,23 ton/ha/th sampai -33,83 ton/ha/th, dengan rata-rata -27,33 ton/ha/th berdasarkan Pb-210 excess. Laju erosi setiap titik dalam transek masih jauh lebih besar dari nilai erosi yang dapat ditoleransi menunjukkan usaha konservasi yang ada di sub DAS Cianten dirasakan belum cukup efektif untuk mencegah erosi. Lahan tanah di sub DAS Cianten mengkontribusi ke dalam suplai sedimen suspensi di Tamilung sebesar 24450 ton/th, dengan 6621,9 ton/th berasal dari perkebunan/lahan kebun dan 17828,1 ton/th berasal dari ladang.

Copyrights © 2019