Pendidikan Geografi
Vol 11, No 22 (2013): Volume 11 Nomor 22 Desember 2013

UPACARA ADAT NYADAR (TELAAH SOSIAL MASYARAKAT PESISIR SUMENEP)

Khairi, Ahmad Imam ( *) Mahasiswa S2 Pendidikan IPS Universitas Negeri Surabaya)



Article Info

Publish Date
24 Mar 2014

Abstract

Abstrak : Upacara adat Nyadar merupakan bentuk ungkapan rasa terima kasih kepada leluhur masyarakat, yaitu Anggasuto yang telah memberikan pengetahuan bagaimana cara memanfaatkan tanah Pinggir Papas yang tandus dengan cara membuat talangan yang kemudian menjadi garam. Dibalik itu semua terdapat nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Maka dari itu kajian ini mencoba untuk mengkaji kondisi sosial masyarakat yang ada di daerah Pinggir Papas, Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep.        Studi menggunakan paradigma fenomenologi untuk mengungkap makna sosial masyarakat di wilayah pesisir dibalik upacara adat Nyadar. Hasil menunjukkan bahwa kondisi lahan di wilayah kajian tidak cocok untuk kegiatan pertanian. Hal tersebut pulalah yang menjadikan masyarakat daerah tersebut menjadi petani garam sebagai kegiatan ekonomi masyarakanya. Rasa syukur masyarakat Pinggir Papas terhadap kondisi tersebut diwujudkan dalam upacara adat Nyadar. Upacara budaya tersebut berfungsi sebagai media sosial, yaitu merupakan media untuk mengutarakan pikiran, pesan, kepentingan dan kebutuhan hajat hidup orang banyak. Pesan, harapan, nilai atau nasehat yang disampaikan melalui upacara itu mendorong masyarakat untuk mematuhi warisan dari para leluhurnya. Selain itu, upacara adat Nyadar berfungsi sebagai media interaksi sosial atau kontak sosial antar warga masyarakat serta sebagai norma dan pengendali sosial dalam masyarakat tersebut. Nilai, aturan, dan norma yang terdapat dalam upacara nyadar tidak hanya berfungsi sebagai pengatur perilaku antar individu dalam masyarakat, tetapi juga menata hubungan manusia dengan alam lingkungannya terutama kepada Tuhan Yang Maha Esa.   Kata Kunci: Nyadar, Sosial Masyarakat

Copyrights © 2013