Sebagaimana halnya perjanjian pada umumnya, dan termasuk perjanjian menjualkan sebidang tanah merupakan suatu perjanjian yang lahir dari perikatan yang terdapat di Buku III KUHPerdata. Perjanjian pemberian kuasa untuk menjualkan sebidang tanah di Desa Air Saga Kecamatan Tanjung Pandan Kabupaten Belitung diberikan kuasa menjualkan sebidang tanah dilakukan secara lisan, telah sah pada umumnya melalui saksi-saksi yang hadir pada saat pemberian kuasa lisan dilaksanakan memenuhi ketentuan dalam pasal 1320 KUHPerdata. Yang menjadi rumusan masalah adalah “Faktor apa yang menyebabkan penerima kuasa melakukan perbuatan melawan hukum dengan menyalahgunkan kuasa menggadaikan tanah dalam perjanjian pemberian kuasa untuk menjualkan sebidang tanah milik pemberi kuasa?†Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian empiris dengan pendekatan deskriptif analisis suatu penelitian yang dilakukan dengan cara menggambarkan keadaan yang sebenarnya dilapangan. Para pihak merupakan subjek hukum dalam perjanjian, sedangkan sebidang tanah milik pemberi kuasa adalah objek dari hukumnya. Perjanjian pemberian kuasa yang dilakukan para pihak yaitu, pihak pemberi kuasa memberikan kuasanya ke penerima kuasa dengan pemberian komisi, penerima kuasa bertugas untuk menjualkan sebidang tanah milik pemberi kuasa jika berhasil menjualkan sebidang tanah tersebut maka akan mendapatkan komisi. Namun pada kenyataanya, pihak penerima kuasa melakukan perbuatan melawan hukum dengan cara menggadaikan tanah milik pemberi kuasa. Perbuatan melawan hukum menyalahgunakan kuasa menggadaikan tanah yang dilakukan penerima kuasa pada pemberi kuasa terjadi karena dalam perjanjian pemberian kuasa dalam bentuk lisan untuk menjualkan tanah menggunakan alas hak Surat Keterangan Tanah, penerima kuasa kedua menyalahgunakan kuasa dengan menggadaikan Surat Keterangan Tanah kepada penerima gadai Sebesar Rp 30.000.000. Faktor yang menyebabkan penerima kuasa melakukan perbuatan melawan hukum dengan menyalahgunakan kuasa menggadaikan tanah oleh penerima kuasa ke II dalam perjanjian pemberian kuasa menjualkan sebidang tanah dengan alas hak Surat Keterangan Tanah di Desa Air Saga Kecamatan Tanjung Pandan Kabupaten Belitung dikarenakan kebutuhan mendesak. Akibat hukum bagi penerima kuasa pada pemberi kuasa. Atas penyalahgunaan kuasa perjanjian pemberian kuasa dengan menggadaikan tanah milik pemberi kuasa yang menimbulkan kerugian dan dapat dikatakan melakukan perbuatan melawan hukum. Upaya hukum yang dilakukan pemberi kuasa adalah dengan musyawarah kekeluargaan. Pemberi kuasa tidak pernah melakukan upaya hukum berupa gugatan ke Pengadilan Negeri.  Kata Kunci: Perjanjian Menggadaikan Tanah, Pemberian Kuasa, Perbuatan Melawan Hukum.
Copyrights © 2017