Dalam era globalisasi yang semakin maju tentunya membawa pengaruh yang bersifat positif maupun pengaruh yang bersifat negatif termasuk dalam hal perkembangan hukum pidana beserta macam-macam tindak pidana. Tindak pidana mengalami berbagai perkembangan signifikan antara lain dengan berkembangnya modus dan cara dilakukannya tindak pidana tersebut. Seiring dengan perkembangan tersebut, seseorang dalam menyikapi sebuah kasus tindak pidana dapat mengacu terhadap berbagai sudut pandang, salah satunya dari sudut pandang ilmu viktimologi. Viktimologi melihat suatu tindak pidana dari sudut pandang korban. Korban yang merupakan pihak yang paling di rugikan dari suatu kasus tindak pidana, sehingga diperlukan perlindungan yang memadai. Korban terkadang malah menjadi satu pihak yang dipersalahkan di pengadilan karena banyak faktor, salah satunya karena faktor stereotip atau cap dari masyarakat terhadap suatu pekerjaan tertentu. Dengan mengacu pada hal-hal yang telah dikemukakan tersebut maka Jurnal ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami Tinjauan dari sudut Viktimologi mengenai suatu tindak pidana perkosaan yang kemudian korbannya di persalahkan karena profesinya sebagai pekerja seks komersial dengan studi kasus Pemerkosaan di Perumahan RSS Liliba. Penelitianyang digunakan adalah penelitian normatif dengan menggunakan data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder dan tersier dimana bahan hukum diperoleh dari buku-buku, studi dokumen dan kepustakaan. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan dan filosofis. Bahan hukum yang terkumpul kemudian dianalisis secara kualitatif, lengkap dan komprehensif. Dengan berdasar analisis yang telah dilakukan maka dapat diperoleh 2 kesimpulan yaitu : Pertama, tinjauan viktimologi terhadap korban dari suatu tindak pidana. Kedua, delik pemerkosaan sebagai delik materiil, namun sering disalahgunakan dan menimbulkan korban dapat dipersalahkan karena berbagai sudut pandang. Kata kunci : viktimologi, korban dipidana, pencemaran nama baik.
Copyrights © 2015