Di era globalisasi yang semakin maju ini dapat kita lihat bersama semakin maraknya tingkat kejahatan terhadap anak yang terjadi di sekitar kita, ketika berbicara tentang kejahatan terhadap anak , tidak hanya terjadi seputar kekerasan terhadap anak, perdagangan anak, anak yang di perkerjakan ataupun pelecehan seksual terhadap anak tapi sudah sampai ke masalah prostitusi yang marak dilakukan oleh anak-anak yang masih berstatus pelajar SMA di kota Pontianak yang pada dasarnya mereka terjebak akan pergaulan yang semakin bebas dan terhimpit masalah ekonomi, sehingga mereka masuk kedunia prostitusi itu hingga akhirnya ketagihan dengan apa yang didapatkan melalui pekerjaan tersebut. Prostitusi (pelacuran) secara umum adalah praktik hubungan seksual sesaat, yang kurang lebih dilakukan dengan siapa saja, untuk imbalan berupa uang. Tiga unsur utama dalam praktik pelacuran adalah : pembayaran, promiskuitas dan ketidakacuhan emosional.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data dan informasi untuk mengetahui, memahami, dan menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya prostitusi anak di Kota Pontianak.  Penelitian ini menggunakan metode empiris dengan pendekatan deskriptif analisis,yaitu dengan cara memaparkan dan menganilisis fakta-fakta dan data yang secara nyata diperoleh pada saat penelitian dilakukan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan wawancara dan menyebarkan angket (questioner). Didalam penelitian ini ditemukan bahwa yang menjadi faktor penyebab banyaknya pelajar SMA melakukan prostitusi yakni dikarenakan pengaruh gaya hidup yang bebas, kurangnya pengawasan orangtua terhadap anak, ingin memiliki barang mewah serta ketagihan terhadap pekerjaan tersebut   Kata kunci : Prostitusi, Pelajar SMA, Kriminologi Â
Copyrights © 2016