E-Jurnal Gloria Yuris Prodi Ilmu Hukum (Jurnal Mahasiswa S1 Fakultas Hukum) Universitas Tanjungpura
Vol 5, No 1 (2016): JURNAL MAHASISWA S1 FAKULTAS HUKUM UNTAN

PELAKSANAAN PERJANJIAN BAGI BANGUN ANTARA PENGUSAHA CV. PERKASA MANDIRI DENGAN PEMILIK TANAH HAK MILIK DALAM PEMBANGUNAN RUMAH TOKO DI KELURAHAN MARIANA KECAMATAN PONTIANAK KOTA

- A01111060, MUHAMMAD RYAN RAMANDA (Unknown)



Article Info

Publish Date
24 Nov 2016

Abstract

Perjanjian  bagi  bangun  antara  developer  dengan  pemilik tanah  hak  milik dalam pembangunan rumah toko di Kecamatan Pontianak  Kota  adalah  bahwa  Pihak  Pertama  menerima pembayaran  dan  bangunan  rumah  toko (ruko) dan berhak  menegur pihak kedua jika bangunan ruko belum siap selama 6 (enam) bulan sejak izin  oieh  pihak  yang  berwenang.  Kewajiban  pihak  pertama    untuk menyerahkan  hak-hak  atas  sisa  tanah  dimaksud  di  atas  kepada  pihak kedua,  pihak  kedua  tidak  dikenakan  pembayaran  ganti  rugi  karena penyerahan ini merupakan imbalan jasa dart pihak pertama kepada pihak kedua  atas  kesediannya  mendirikan  bangunan-bangunan  untuk  pihak pertama atas tanggungan biaya pihak kedua sepenuhnya. Sedangkan hak pihak  kedua  (pengembang)  adalah  setelah  dilaksanakan  penyerahan hak-hak atas tanah kepada pihak kedua, maka pihak kedua sudah berhak untuk  menawarkan  bangunan-bangunan  yang  berada  diatas  tanah  itu kepada  pihak  ketiga  yang  berminat  untuk  membelinya,  sekalipun bangunan-bangunan itu belum selesai didirikan. Kewajiban pihak kedua adalah  rnelaksanakan  pembangunan  rumah  toko  (ruko)  yang diperuntukkan bagi pihak pertama harus selesai didirikan dan slap untuk ditempati dalam waktu selambat-Iambatnya 6 (enam) setelah surat izin dikeluarkan. Jika timbul perselisihan  mengenal  apa  yang diatur  dalam  akta perjanjian  ini  akan  diselesaikan  oleh  kedua  belah  pihak  secara musyawarah  dan  mufakat  berdasarkan  kekeluargaan.  Jika  tidak  bisa diselesaikan  dengan  cara  tersebut  di  atas,  maka  kedua  belah  pihak sepakat  untuk  diselesaikan  melalui  Pengadilan  Negeri  Pontianak. Berakhirnya  perjanjian  bagi  bangun  ini  adalah  karena  pihak pengembang  (kedua)  telah  menyelesaikan  atau  memenuhi kewajibannya sesuai dengan isi perjanjian yang telah disepakati. Untuk  menghindarkan terjadinya wanprestasi dalam  perjanjian bangun  bagi  bangunan  ini  maka  diharapkan  para  pihak  menjaga keseimbangan  antara  hak  dan  kewajiban  agar  perjanjian  ini  dapat terlaksana  dengan  baik.Sebelum  dibuat  perjanjian  bagi  bangunan  ini hendaknya  pemilik  tanah  harus  benar-benar  meneliti  terlebih  dahulu bonafidas pihak pengembang agar terhindar dari silang sengketa yang akan merugikan kedua belah pihak.hendaknya pihak Notaris selalu membuat  akta  benar-benar  bersikap  aktif  dalam  memberikan masukan serta jujur untuk kedua belah pihak.Keyword: Perjanjian Bagi Bangun, Wanprestasi

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

jmfh

Publisher

Subject

Law, Crime, Criminology & Criminal Justice

Description

Berisi Jurnal-Jurnal Mahasiswa S1 Prodi Ilmu Hukum UNTAN (Bagian Hukum Keperdataan, Bagian Hukum Pidana, Bagian Hukum Tata Negara, Bagian Hukum Ekonomi, dan Bagian Hukum ...