ABSTRAKKualitas tanah adalah kapasitas tanah yang berfungsi mempertahankan produktivitas dan menjaga ketersediaan air serta mendukung kegiatan manusia. Kualitas yang baik akan mendukung kerja fungsi tanah diantaranya sebagai melestarikan aktivitas biologi, pengaturan dan penyaluran air serta penyaring dan penyangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks kualitas tanah setelah dibakar pada pasca tiga periode pembakaran ladang berpindah yang telah di tinggalkan selama 3 tahun (PB 3), 5 tahun (PB 5), 10 tahun (PB 10) hingga tahun 2017 dan hutan sekunder (HS) sebagai kontrol dengan menggunakan metode Mausbach dan Seybold. Parameter yang diukur meliputi porositas total, C-organik, persentase dari penjumlahan debu dan lempung, pH tanah, P tersedia, K tersedia dan N total. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kayu Bunga, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi. Indeks kualitas tanah (IKT) dihitung menggunakan metode Mausbach dan Seybold. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan IKT PB 3 tahun sebesar 0,578, PB 5 tahun sebesar 0,521, PB 10 tahun sebesar 0,460 dan HS sebesar 0,492, dan semuanya termasuk IKT sedang. Nilai indeks kualitas berkisar antara 0-1, semakin nilai indeks mendekati 1 menunjukkan kualitas semakin baik. Tanah yang berkualitas baik akan menjamin keberlanjutan fungsi tanah, baik fungsi produksi maupun fungsi ekologi. Penentuan indeks kaulitas tanah suatu lahan akan berguna untuk penyusunan arah pengelolaan lahan yang berkelanjutan.Kata Kunci : Kualitas tanah, Indeks kualitas tanah, ladang berpindah, metode Mausbach dan Seybold
Copyrights © 2019