Guru Membangun
Vol 36, No 2 (2017): Oktober 2017

Pembelajaran Sastra sebagai Media Pendidikan Multikultural

Martono Martono (Unknown)



Article Info

Publish Date
22 Jul 2019

Abstract

Pendidikan multikultural sangat penting untuk meminimalisasi dan mencegah terjadinya konflik di beberapa daerah. Pendidikan multikultural merupakan suatu konsep yang menyatakan bahwa seluruh peserta didik tanpa memperhatikan dari kelompok mana berasal, seperti gender, etnik,  budaya, kelas sosial, agama, diharapkan dapat memeroleh pengalaman pendidikan yang sama di sekolah atau lembaga pendidikan. Melalui pendidikan berbasis multikultural, sikap dan pemikiran siswa lebih terbuka untuk memahami dan menghargai keberagaman. Satu diantara pembelajaran yang dapat diterapkan untuk menanamkan sikap tersebut adalah pembelajaran sastra. Pembelajaran sastra dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan siswa mengapresiasi karya sastra. Kegiatan mengapresiasi penalaran, dan daya khayal, serta kepekaan terhadap masyarakat, budaya, dan lingkungan hidup. Diharapkan siswa mampu menikmati, menghayati, memahami,  dan memanfaatkan karya sastra untuk mengembangkan kepribadian, memperluas wawasan kehidupan, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa. Membaca karya sastra akan membantu siswa menjadi manusia berbudaya yang responsif terhadap nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat. Siswa yang berbudaya demikian diharapkan menjadi manusia yang agung namun tetap sederhana, bebas tetapi mengontrol diri, kuat tetapi penuh kelembutan. Contoh kasus konpflik yang terjadi di Kalimantan Barat pada tahun 1997 semoga tidak terjadi lagi.

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

jgmm

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media Mathematics Other

Description

Jurnal Guru Membangun terbit pertama kali sekitar tahun 1990-an yang diinisiasi oleh Ikatan Alumni FKIP Universitas Tanjungpura, Pontianak. Pada perjalanannya, setelah mendapatkan issn versi cetak, jurnal ini mengalami kekosongan terbitan, sehingga ada beberapa tahun jurnal mengalami "mati suri". Di ...