Bakso daging sapi merupakan salah satu jenis makanan yang banyakdikonsumsi oleh masyarakat, namun masih banyak pembuat bakso yangmenggunakan boraks sebagai pengenyal dan pengawet. Boraks dilarang untukmakanan. Berdasarkan SK Menteri Kesehatan Republik IndonesiaNo.722/MENKES/PER/IX/1988, tentang pelarangan boraks digunakan sebagaibahan tambahan makanan. Pada penelitian ini dilakukan analisis kadar boraksdidalam bakso C dan D produk tidak terdaftar, yang beredar didaerahLakarsantri Surabaya. Analisis Kualitatif dilakukan dengan reaksi nyala denganasam sulfat pekat dan metanol. Analisis kadar boraks dilakukan menggunakanspektrofotometri ? 550 nm dengan pereaksi warna kurkumin 0,125%. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa sampel yang diperiksa ternyata tidak mengandungboraks dan hasil validasi metode diperoleh LLOD dan LLOQ = 0,00923 bpj dan0,0307 bpj, Vxo = 2,61%, KV = 0,18% - 0,37%. Hasil % recovery bakso dagingsapi = 83% - 83,74%. Hasil ini telah memenuhi persyaratan validasi metode.
Copyrights © 2013