Dewasa ini, sistem outsourcing semakin kerap digunakan oleh berbagaiperusahaan yang ada di Indonesia. Hal tersebut dilakukan demi melakukanefisiensi biaya produksi, salah satunya dengan menekan upah buruh.Sehingga, banyak pekerja melakukan demo menuntut penghapusan sistem inikarena tidak memberikan kesejahteraan bagi pekerja. Tujuan dari penelitianini yaitu menggambarkan psychological well-being pada pekerja outsourcing.Subjek penelitian berjumlah 200 orang pekerja outsourcing yang bekerja diPT. X bagian 108. Pengambilan data menggunakan metode snowballsampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psychological well-beingpekerja outsourcing penelitian ini berada dalam kategori yang tinggi. Hasilini berbeda dengan yang terdapat dalam angket terbuka bahwa 93 subjekmengungkapkan mereka terpaksa menjalani sistem outsourcing dan sejumlah160 subjek mengungkapkan mereka memiliki kekhawatiran dalam halpemutusan kontrak. Kesenjangan tersebut dimungkinkan terjadi karena alatukur yang digunakan dalam angket tertutup hanya menilai aspek-aspekumum dan belum masuk pada konteks pekerjaan. Oleh karena itu diharapkanagar bagi peneliti selanjutnya dapat memodifikasi angket psychological wellbeingyang sesuai konteks pekerjaan, sehingga dapat menjelaskan hasil lebihjelas lagi sesuai dengan apa yang di ukur.
Copyrights © 2013