Pengelolaan ekspresi marah yang merupakan bagian dari tugas perkembangan remajadikemas oleh peneliti dalam pelatihan anger management dengan metode STOP. Tujuan penelitianini adalah mengetahui pengaruh pelatihan anger management terhadap pengelolaan marah siswa diSMA X. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental (one group pretest-posttestdesign). Partisipannya adalah empat siswa kelas XII di SMA X, yang memiliki problempengelolaan emosi yang diperoleh berdasarkan data self assessment for anger questionnaire (SAQ)serta observasi konselor dan wali kelas. Hasil penelitian secara kuantitatif menunjukkan bahwatidak ada perbedaan secara signifikan pengelolaan marah antara sebelum dan sesudah intervensi(anger behavior a = 0,050 dan anger belief a = 0,481). Hal itu dikarenakan waktu yang digunakansangat singkat sedangkan partisipan yang mengalami kekerasan dalam keluarga memerlukanadanya self healing terlebih dahulu sebelum diajarkan cara mengelola kemarahan tersebut. Penelitimelihat ada perubahan pada partisipan dalam menghadapi pemicu kemarahan meskipun pada hasilstatistic tidak menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Secara umum, pelatihan angermanagement dengan metode STOP ini bisa diterapkan untuk membantu individu dalam mengelolakemarahannya. Pelatihan ini sebaiknya dilakukan secara lengkap disertai dengan self healing, sertaadanya proses monitoring sebagai follow up.
Copyrights © 2013