Terdapat tiga komponen kritis yang perlu diperhatikan agar penilaian kinerja dapatberjalan efektif. Ketiga komponen tersebut adalah: (1) desain sistem penilaian, (2)pelaksanaan penilaian oleh manajerial, dan (3) keterlibatan organisasi dalammemberikan dukungan terhadap sistem penilaian kinerja. Berdasarkan komponen kritistersebut, seharusnya PT. HJS dapat mencapai penilaian kinerja yang efektif. Namun PT.HJS ternyata masih mengalami beberapa kekurangan. Kekurangannya, perusahaantersebut kurang memiliki pengorganisasian yang baik. Visi dan misi perusahaan belummenjadi landasan dalam proses penyusunan dan pembakuan struktur organisasi, uraianjabatan, dan penetapan kompetensi jabatan bagi masing-masing unit organisasi.Berdasarkan permasalahan-permasalahan tersebut, peneliti membuat struktur organisasidan uraian jabatan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan yang belum terbakukan,melakukan identifikasi kompetensi, membuat model kompetensi, menetapkan profiljabatan, membuat rincian indikator perilaku, menyusun panduan penilaian kinerjaberbasis kompetensi serta melakukan pengembangan penilaian berbasis kompetensi,dan melakukan uji coba penilaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strukturorganisasi, uraian jabatan, panduan dan desain penilaian kinerja berbasis kompetensiyang peneliti usulkan telah mendapat revisi, konfirmasi dan kesepakatan dari pihakmanajemen. Selain itu, hasil evaluasi proses uji coba penilaian kinerja berbasiskompetensi juga mendapat tanggapan positif dari tim penilai dan manajemen untukditerapkan di masa mendatang. Kelemahannya, standart minimal pemeringkatankompetensi jabatan menggunakan kalimat negatif, seperti âkurangâ dan âsulitâ. Uraiantentang standar kompetensi minimal lebih baik jika tertuang dalam pernyataan yangpositif yaitu dari baik hingga luar biasa.
Copyrights © 2013