Vis Vistalis
Vol 1, No 2 (2008): VIS VITALIS

INDUSTRI BERBASIS KEANEKARAGAMAN HAYATI, MASA DEPAN INDONESIA

Imran SL Tobing (Universitas Nasional)



Article Info

Publish Date
24 Apr 2012

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara megabiodiversitas, bahkan merupakan yang terkaya di dunia. Ironisnya, mengapa rakyat tetap miskin dan bahkan melarat? Ini semua terjadi karena kekurangmampuan kita menilai potensi dan memanfaatkan keanekaragaman hayati. Indonesia baru mampu menjual pohon/kayu dan hewan sebagai bahan baku – bukan produk akhir, Indonesia baru menilai tumbuhan dan hewan – belum mikroorganisme, padahal miroorganisme sangat potensial dan berharga dengan nilai ekonomi sangat tinggi, yang dapat dimanfaatkan tanpa harus merusak lingkungan. Keanekaragaman hayati telah dikembangkan di berbagai negara sebagai bahan dasar industri dengan keuntungan milyaran dollar. Keanekaragaman hayati kita juga dapat dikembangkan, dan sangat prospektif dijadikan sebagai dasar pengembangan industri. Keanekaragaman hayati kita di tingkat molekuler atau tingkat gen merupakan kekayaan yang tak ternilai harganya. Kita harus rebut teknologi; kita harus dapat mewujudkan Indonesia sebagai negara yang lebih bermartabat dan disegani negara lain. Satu-satunya cara adalah dengan terus memacu diri mengembangkan sumber daya manusia yang berkemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi tinggi. Dengan menyandingkan ilmu pengetahuan yang tinggi dan kekayaan alam khususnya kekayaan keanekaragaman hayati yang kita miliki merupakan keniscayaan untuk mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa, menjadi negara yang adil, makmur, gemah ripah loh jinawi.

Copyrights © 2008






Journal Info

Abbrev

visvitalis

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Kesadaran tentang pentingnya disseminasi informasi ilmiah, terutama hasil-hasil penelitian merupakan dasar utama Fakultas Biologi Universitas Nasional menerbitkan VIS VITALIS Jurnal Ilmiah Biologi. Jurnal ini terbit pertama kali pada bulan Maret tahun 2008, dan secara rutin terbit 2 kali setahun ...