Jurnal Sains Materi Indonesia
Vol 18, No 2: JANUARI 2017

PENGARUH RASIO MASSA KITIN/NaOH DAN WAKTU REAKSI TERHADAP KARAKTERISTIK KITOSAN YANG DISINTESIS DARI LIMBAH INDUSTRI UDANG KERING

Ahmad Fadli (Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik - Universitas Riau)
Drastinawati Drastinawati (Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik - Universitas Riau)
Ongky Alexander (Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik - Universitas Riau)
Feblil Huda (Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik - Universitas Riau)



Article Info

Publish Date
19 Mar 2018

Abstract

PENGARUH RASIO MASSA KITIN/NaOH DAN WAKTU REAKSI TERHADAP KARAKTERISTIK KITOSAN YANG DISINTESIS DARI LIMBAH INDUSTRI UDANG KERING. Kitosan merupakan polimer yang dapat dibuat dari kitin menggunakan proses deasetilasi. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pengaruh rasio massa kitin dengan volume NaOH dan waktu reaksi terhadap karakteristik kitosan yang disintesis dari limbah industri udang kering. Kitin diisolasi dari cangkang udang dengan metode deproteinasi dan demineralisasi. Deasetilasi kitin dilakukan pada suhu 120 °C, kecepatan pengadukan 150 rpm, rasio massa kitin dengan volume NaOH 1:15, 1:20, 1:25 (w/v), dan waktu reaksi 0,5-3 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan nilai rasio massa kitin dengan volume NaOH terhadap waktu reaksi mengakibatkan peningkatan derajat deasetilasi dan penyusutan kadar abu dan rendemen kitosan, sedangkan kadar air tidak memiliki efek yang signifikan. Derajat deasetilasi kitosan adalah 85,7% pada rasio massa kitin dengan volumeNaOH 1:15 selama 3 jamdanmeningkatmenjadi 86,1%setelah rasiomassa kitin dengan volume NaOH ditingkatkan menjadi 1:25. Kadar rendemen berkisar antara 86,6 % hingga 63,5 %, kadar air kitosan berkisar antara 1,2 % hingga 1,0 %, dan kadar abu kitosan berkisar antara 1,9 % hingga 1,1 %.

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

jsmi

Publisher

Subject

Materials Science & Nanotechnology

Description

Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat ...