Penelitian ini menelusuri transformasi evaluasi pembelajaran sejarah pemikiran di Universitas Negeri Yogyakarta pada ranah afektif, melalui artikulasi logis sikap mahasiswa dalam pembelajaran humanis. Logika berpikir, intepretasi, dan komitmen diskursif mahasiswa terhadap narasi jati diri bangsa menjadi corpus penelitian. Pendekatan critical discourse analysis (Fairclough, 1992) digunakan untuk mengungkap artikulasi logis dari kontruksi logika (Angkersmith, 1974), dan hermeneutika-rekontruktif (Habermas, 1987) untuk intepretasi dan komitmen diskursif ketika mewacanakan jati diri bangsa. Temuan penting dari penelitian adalah kontruksi logika yang digunakan sebagai kerangka intepretasi, dan dasar epistemologi menarasikan wacana jati diri bangsa. Analisis menunjukkan, pilihan individu mempengaruhi penciptaan ide, pemecahan masalah, komitmen diskursif, dan pembuatan keputusan, sebagai indikasi tingkat ketercapaian mahasiswa dalam taksonomi Bloom hasil revisi Peggy Dettmer (2006) di ranah afektif. Dalam perspektif peneliti, artikulasi logis berkontribusi membentuk evaluasi humanis, yang tidak sekedar berdasar validitas tindakan, melainkan dengan validitas teori makna dari sikap.DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um033v2i12019p100
Copyrights © 2019