Permasalahan pembelajaran sejarah pada saat ini sangat beragam antara lain kurangnya keterampilan dalam menanamkan nilai-nilai dalam pembalajaran sejarah. Hal ini sebagai akibat dari pembelajaran sejarah masih dilaksanakan secara konvensional, ekspository (bercerita) sehingga pembelajaran tidak menarik, kering, jauh dari berfikir kritis dan kreatif, membosankan, tidak konstektual, dan kurang memperhatikan aspek sikap (nilai). Untuk memecahkan permasalahan pembelajaran tersebut, dengan menanamkanĀ kearifan lokal dalam pembelajaran sejarah, dengan menerapkan model pembelajaran yang mencerminkan pendekatan saintifik seperti inquiry learning. Penerapan model pembelajaran yang efektif, pembelajaran menjadi konstektual, dan mendorong peserta didik berfikir logis, kritis, kreatif, terampil, dan mampu menangkap makna atau nilai-nilai lokal yang terkandung dalam meteri pembelajaran. Penanaman kearifan lokal berjalan efektif jika didukung keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah yang sarat makna (nilai).DOI: http://dx.doi.org/10.17977/um033v2i22019p109
Copyrights © 2019