WALISONGO
Vol 21, No 2 (2013): Walisongo, "agama lokal"

MAKNA SIMBOLIK UPACARA SIRAMAN PENGANTIN ADAT JAWA

Irmawati, Waryunah ( IAIN Surakarta)



Article Info

Publish Date
27 Aug 2013

Abstract

AbstractSiraman (bathing) is a Javanese ritual ceremony that is done one day before thebride does the ijab qabul. In the siraman ritual, the operational rule and theequipments (uborampe) that are used are already definite (maton/pakem) as thesymbols that have meanings. The meanings of the symbols in the siraman cannot beput off from Javanese context. Phenomenology and philosophy approaches usinghermeneutic method towards siraman ritual are interpreted comprehensively tomake the meanings of symbols clearly therefore the symbols in the siraman ritualcan be understood. This research figures the inter relations among philosophy,culture and Islam.***Siraman (mandi) merupakan upacara adat Jawa yang dilakukan sehari sebelumpengantin melaksanakan ijab qabul. Dalam upacara siraman tata pelaksanaan danperalatan (ubarambe) yang digunakan sudah maton/pakem sebagai sebuahsimbol yang memiliki arti dan makna. Makna dan arti simbol dalam siraman tidakterlepas dari konteks Jawa. Model pendekatan fenomenologis, dan kemudiansecara filosofis menggunakan metode hermeneutik diinterpretasikan secarakomprehensif agar makin jelas arti dan makna sehingga akan lebih mudahmemberikan pemahaman tentang saling hubungan (interelasi) antara filsafat,budaya dan Islam.Keywords: interelasi, siraman, filsafat Jawa, budaya Jawa, Islam

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

wali

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Jurnal Walisongo adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian IAIN Walisongo Semarang. Jurnal ini memiliki spesifikasi sebagai media untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang sosial keagamaan Islam. Jurnal ini terbit berkala setiap enam bulan sekali ...