WALISONGO
Vol 21, No 2 (2013): Walisongo, "agama lokal"

KONTRIBUSI UNGKAPAN TRADISIONAL DALAM MEMBANGUN KERUKUNAN BERAGAMA

Haryanto, Joko Tri ( Balai Litbang Agama Kemenag)



Article Info

Publish Date
27 Aug 2013

Abstract

AbstractThe Ganjuran society who live in Sumbermulyo Village, District BambanglipuroBantul of DIY, have ability to maintain religious harmony although those people aredifferent religions. It is because Ganjuran society have elements that can be a socialglue in their local wisdom. This research is conducted by qualitative approach toreveal local wisdom in the maintaining harmony through the form of traditionalexpressions and tradition of kenduri (ritual of meal). Ganjuran society has strongsocial harmony perspective which is expressed by traditional idiom like rukun agawesantosa crah agawe bubrah (harmony makes peaceful, hostile makes splits).***Masyarakat Ganjuran Desa Sumbermulyo Kecamatan Bambanglipuro Bantul DIYmampu memelihara kerukunan umat beragama, meskipun berbeda agama. Halini disebabkan adanya elemen-elemen yang menjadi perekat sosial berupakearifan-kearifan lokal yang hidup dalam masyarakat Ganjuran. Penelitian yangdilakukan dengan pendekatan kualitatif ini mengungkapkan kearifan lokal padamasyarakat Ganjuran dalam memelihara kerukunan dalam bentuk ungkapanungkapantradisional dan tradisi kenduri. Masyarakat Ganjuran memilikipandangan sosial guyub rukun yang diungkapkan melalui berbagai ungkapantradisional seperti rukun agawe santosa crah agawe bubrah.Keywords: kearifan lokal, kerukunan, ungkapan tradisional, Ganjuran

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

wali

Publisher

Subject

Social Sciences

Description

Jurnal Walisongo adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian IAIN Walisongo Semarang. Jurnal ini memiliki spesifikasi sebagai media untuk mengkomunikasikan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang sosial keagamaan Islam. Jurnal ini terbit berkala setiap enam bulan sekali ...