Keberhasilan penerapan suatu sistem informasi yang didukung perangkat Teknologi Informasi,merupakan tujuan manajemen perusahaan agar terciptanya cara kerja yang efektif dan efisien. Namundemikian, dalam praktek bisnisnya, tidak sedikit perusahaan yang mengalami kegagalan dalam membangunsuatu sistem informasi yang terintegrasi tersebut. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang harusdipertimbangkan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut. Untuk itu, diperlukan komitmenkuat dan usaha kerja keras dan cerdas dari tim implementasi system, demi terciptanya kesuksesan dalampenerapan suatu sistem informasi yang terintegrasi. Salah satu faktor penting yang harus diperhatikan denganserius adalah bagaimana melakukan perubahan cara kerja dan pola pikir pengguna agar dapat mendukungcara kerja dengan system komputerisasi. Perubahan cara kerja dan pola pikir tersebut tidak bisa dilakukansecara instan, tetapi memerlukan tahapan dan waktu proses yang relatif lama, terlebih bagi pengguna yangtelah terbiasa menggunakan cara kerja manual (tradisional). Faktor kecerdasan dan kedewasaan mentalpengguna dalam menjalankan suatu system informasi baru yang belum dikenal, merupakan salah satu kuncikeberhasilan dalam melakukan implementasi system informasi yang terintegrasi tersebut. Perubahan cara kerjadan pola pikir yang didukung oleh perangkat teknologi informasi, sangatlah dipengaruhi oleh perubahanorganisasi (organization change). Perubahan organisasi ini identik dengan upaya perubahan budaya (culture)perusahaan. Perubahan budaya perusahaan ini sangat ditentukan oleh peranan top manajemen perusahaansebagai teladan (contoh) bagi karyawan / pengguna untuk mendukung cara kerja dengan dukungan penuhpenggunaan teknologi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk membahas bagaimana pengaruh teknologiinformasi dan perubahan organisasi dalam mencapai kesuksesan membangun suatu sistem informasi yangterintegrasi.
Copyrights © 2011