Salah satu gangguan psikiatrik pada anak yang dikenal dengan istilah anak berkebutuhan khusus, yaitu anak yang secara bermakna mengalami gangguan (fisik, mental-intelektual, sosial, dan emosional), adalah bahwa dalam proses pertumbuhan/perkembangannya, dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya, memerlukan pelayanan pendidikan khusus. Reaksi setiap keluarga dalam menerima anak-anak tersebut biasanya beragam. Tak jarang muncul pula emosi-emosi negatif seperti menyalahkan diri sendiri atau tidak dapat menerima keadaan, marah, dan menyesal. Dalam situasi ini, sering terjadi depresi pada anggota keluarga yang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui derajat depresi pada orang tua anak berkebutuhan khusus dan menemukan faktorfaktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang. Populasi penelitian ini berjumlah 40 orang, yaitu orang tua dari anak berkebutuhan khusus yang tergabung dalam Komunitas Percik Insani. Instrumen yang dipakai adalah kuesioner dan Beck Depression Inventory (BDI). Dari hasil penelitian didapatkan, bahwa persentase orang tua yang memiliki gejala depresi sebesar 63%. Faktor-faktor yang cukup berpengaruh terhadap derajat depresi orang tua tersebut adalah tingkat pendidikan (χ2 = 5,980; p = 0,014), masalah keuangan dalam keluarga (χ 2 = 4,972; p = 0,026), adanya konflik dalam keluarga (χ 2 = 6,222; p = 0,013). Berdasarkan penelitian tersebut didapatkan, bahwa derajat depresi yang ditemukan pada orang tua dari anak berkebutuhan khusus dalam Komunitas Percik Insani cukup bermakna, oleh karena itu sebaiknya dilakukan kerja sama dengan psikiater untuk dapat menentukan penatalaksanaan yang tepat bagi masalah sosial tersebut. Kata kunci: Depresi, orang tua anak berkebutuhan khusus.
Copyrights © 2008