This Author published in this journals
All Journal Sosiohumaniora
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DERAJAT DEPRESI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA PADA ORANG TUA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI KOMUNITAS PERCIK INSANI BANDUNG Iwan Arijanto
Sosiohumaniora Vol 10, No 2 (2008): SOSIOHUMANIORA, JULI 2008
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v10i2.5395

Abstract

Salah satu gangguan psikiatrik pada anak yang dikenal dengan istilah anak berkebutuhan khusus, yaitu anak yang secara bermakna mengalami gangguan (fisik, mental-intelektual, sosial, dan emosional), adalah bahwa dalam proses pertumbuhan/perkembangannya, dibandingkan dengan anak-anak lain seusianya, memerlukan pelayanan pendidikan khusus. Reaksi setiap keluarga dalam menerima anak-anak tersebut biasanya beragam. Tak jarang muncul pula emosi-emosi negatif seperti menyalahkan diri sendiri atau tidak dapat menerima keadaan, marah, dan menyesal. Dalam situasi ini, sering terjadi depresi pada anggota keluarga yang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui derajat depresi pada orang tua anak berkebutuhan khusus dan menemukan faktorfaktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang. Populasi penelitian ini berjumlah 40 orang, yaitu orang tua dari anak berkebutuhan khusus yang tergabung dalam Komunitas Percik Insani. Instrumen yang dipakai adalah kuesioner dan Beck Depression Inventory (BDI). Dari hasil penelitian didapatkan, bahwa persentase orang tua yang memiliki gejala depresi sebesar 63%. Faktor-faktor yang cukup berpengaruh terhadap derajat depresi orang tua tersebut adalah tingkat pendidikan (χ2 = 5,980; p = 0,014), masalah keuangan dalam keluarga (χ 2 = 4,972; p = 0,026), adanya konflik dalam keluarga (χ 2 = 6,222; p = 0,013). Berdasarkan penelitian tersebut didapatkan, bahwa derajat depresi yang ditemukan pada orang tua dari anak berkebutuhan khusus dalam Komunitas Percik Insani cukup bermakna, oleh karena itu sebaiknya dilakukan kerja sama dengan psikiater untuk dapat menentukan penatalaksanaan yang tepat bagi masalah sosial tersebut. Kata kunci: Depresi, orang tua anak berkebutuhan khusus.
HUBUNGAN ANTARA STATUS KETERGANTUNGAN OPIOID DAN MASALAH PSIKIATRIK PADA PENGGUNA OPIOID INTRAVENA Iwan Arijanto
Sosiohumaniora Vol 9, No 2 (2007): SOSIOHUMANIORA, JULI 2007
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v9i2.5382

Abstract

Penyalahgunaan opioid bertambah jumlahnya dari waktu ke waktu dan berpotensi untuk menimbulkan komorbiditas gangguan fisik dan gangguan mental. Berbagai gangguan mental yang sering terjadi misalnya depresi, gangguan kecemasan, gangguan psikotik, gangguan paranoid, dan lain-lain. Subjek penelitian adalah kelompok pengguna opioid intravena dampingan program outreach Yayasan Bahtera Bandung yang bersedia untuk menjadi subjek penelitian, serta tidak sedang menjalani program rehabilitasi. Penelitian ini dilakukan di Bandung antara bulan Mei-Agustus 2006, bersifat deskriptif-analisis dilakukan secara potong lintang. Subjek diwawancara menggunakan Addiction Severity Index (ASI) yaitu suatu instrumen untuk mengukur derajat ketergantungan opioid. Subjek terdiri dari 70 responden; 35 orang (50%) mengalami ketergantungan ringan, 25 orang (35,71%) berat dan 2 orang (2,86%) sangat berat. Semua subjek berada pada golongan umur dewasa muda antara 20–38 tahun. Jenis kelamin subjek sebagian besar laki-laki (95,71%). Didapatkan hubungan yang bermakna antara keadaan depresi (p=0,035), keadaan cemas (p=0,05), keadaan bermusuhan/curiga (p=0,031), masalah uji realitas (p=0,025) pada pengguna opioid intravena dengan status ketergantungan opioid. Kebutuhan akan pengobatan bertambah sesuai dengan status ketergantungan opioid (p=0,000). Hal ini merupakan suatu keadaan yang baik karena bisa dijadikan titik awal pengobatan dan rehabilitasi para pengguna opioid intravena. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mencari faktor-faktor yang menyebabkan ketergantungan dan pendekatan yang tepat untuk membantu para pengguna opioid intravena agar mau berobat. Kata kunci : Status ketergantungan opioid, masalah psikiatrik, pengguna opioid intravena