Sosiohumaniora
Vol 7, No 2 (2005): SOSIOHUMANIORA, JULI 2005

PERLAWANAN PARA JURNALIS (Harian Kompas dalam Peristiwa Bredel’ 94)

Abdul Firman Asha (Unknown)



Article Info

Publish Date
03 Jul 2005

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk menunjukan politik jurnalisme Kompas dalam menyikapi pembredelan pers 1994. Politik jurnalisme didefinisikan sebagai kecenderungan pers yang tidak hanya merefleksikan realitas politik, namun juga aktif terlibat, melalui representasi pemberitaan, dalam realitas politik. Dengan menggunakan analisis isi kualitatif, melalui “deskripsi-historis” isi surat kabar, tulisan ini mengidentifikasi dan memaparkan elemen-elemen isi pemberitaan yang signifikan, baik secara parsial maupun keseluruhan, dalam hubungannya dengan konteks historis tertentu. Hasilnya, ditemukan bahwa Kompas menerapkan strategi diskursus yang delegitimatif, baik dalam teks pemberitaannya, maupun respon yang diberikan oleh para jurnalisnya. Konteks historis yang dikenali dalam melatarbelakangi karakter resistensi para jurnalis tersebut karena situasi pra transisi yang dialami rezim Orde Baru, yang pada akhirnya, belakangan diketahui, melahirkan ‘Revolusi Mei’ yang menjatuhkan rezim Soeharto. Kata Kunci: politik jurnalisme, resistensi

Copyrights © 2005






Journal Info

Abbrev

sosiohumaniora

Publisher

Subject

Arts Humanities Economics, Econometrics & Finance Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Jurnal Sosiohumaniora adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini menaruh perhatian pada persoalan gender, pemberdayaan masyarakat, lembaga dan administrasi publik, sistem pemerintahan lokal dan kesehatan masyarakat. Jurnal Sosiohumaniora akan ...