Sosiohumaniora
Vol 20, No 3 (2018): SOSIOHUMANIORA, NOPEMBER 2018

PERANAN MUSYAWARAH MUFAKAT (BUBALAH) DALAM MEMBENTUK IKLIM AKADEMIK POSITIF DI PRODI PPKN FKIP UNILA

Yesi Eka Pratiwi (Prodi PPKn, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta)
Sunarso Sunarso (Prodi PPKn, Program Pascasarjana, Universitas Negeri Yogyakarta)



Article Info

Publish Date
02 Nov 2018

Abstract

Penelitian ini bertujuan adalah untuk mendeskripsikan peranan budaya musyawarah mufakat (Bubalah) dalam membentuk iklim akademik positif pada civitas akademika di Program Studi PPkn FKIP Universitas Lampung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. (Bubalah) merupakan salah satu tradisi adat Lampung yang diadopsi oleh Program Studi PPkn FKIP Universitas Lampung sebagai budaya akademik. (Bubalah) atau musyawarah mufakat memiliki makna yang sama yakni berkumpul bersama untuk menyelesaikan persoalan melalui musyawarah. Dalam pelaksanaannya, budaya musyawarah mufakat (Bubalah) di agendakan tiga kali dalam satu semester, yaitu di awal, di tengah, dan di akhir semester. Budaya musyawarah mufakat (Bubalah) memiliki peranan sebagai jembatan untuk mempersatukan civitas akademika di program studi PPKn FKIP Universitas Lampung menjadi satu kesatuan yang utuh dalam membentuk iklim akademik yang positif, melalui hubungan kekeluargaan yang harmonis diantara civitas akademika. Selain itu budaya musyawarah mufakat (Bubalah) juga berfungsi sebagai wadah dalam menampung aspirasi seluruh civitas akademika agar dapat tersalurkan dengan baik. Pengembangan budaya musyawarah mufakat (Bubalah) merupakan sebuah langkah yang diambil Ketua Program Studi PPkn FKIP Universitas Lampung untuk mempertahankan kebudayaan lokal agar tetap terjaga kelestariannya. Proses pengambilan keputusan dalam musyawarah mufakat (Bubalah) merupakan konsensus bangsa Indonesia dan dinilai sebagai cara yang lebih efisien dalam mencapai keputusan bersama (win-win solution). Pada praktik nyata di lapangan menunjukan bahwa mahasiswa mulai enggan untuk melestarikan budaya musyawarah mufakat (Bubalah) karena dalam pelaksanaannya memakan waktu yang relatif lama, sehingga mahasiswa lebih memilih sistem voting yang lebih praktis di bandingkan musyawarah mufakat (Bubalah). 

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

sosiohumaniora

Publisher

Subject

Arts Humanities Economics, Econometrics & Finance Law, Crime, Criminology & Criminal Justice Social Sciences

Description

Jurnal Sosiohumaniora adalah jurnal berskala nasional yang mencakup kajian ilmu sosial dan humaniora. Jurnal ini menaruh perhatian pada persoalan gender, pemberdayaan masyarakat, lembaga dan administrasi publik, sistem pemerintahan lokal dan kesehatan masyarakat. Jurnal Sosiohumaniora akan ...