Permasalahan utama pada pengembangan UMK makanan ringan adalahketidakmampuannya mengoptimalkan sumberdaya yang dimiliki dan mengelolalingkungan bisnisnya sehingga berdampak pada rendahnya produktivitas, mutu, dandaya saing. Untuk itu perlu dilakukan langkah evaluasi terhadap kondisi diri danlingkungan UMK dalam proses pengambilan keputusan atau penetapan kebijakanpengembangan UMK melalui proses pengukuran dan perbaikan kinerja UMK.Tahapan pengukuran kinerja mengikuti kaidah teknik Balanced Scorecard. Penentuanindikator kinerja kunci (IKK) menggunakan teknik OWA Operator. Penentuan bobotperspektif, IKK, dan target menggunakan teknik Fuzzy AHP. Tahapan perbaikankinerja dibangun atas tiga sub model, yaitu (1) sub model identifikasi keinginanpelanggan dan karakteristik teknis, (2) sub model penentuan bobot kepentingankeingingan pelanggan, korelasi antar karakteristik teknis, dan nilai hubungankepentingan pelanggan terhadap karakteri makanan ringan keripik pisang. Teknik OWA Operator digunakan untukmenghasilkan 10 altenatif karakteristik teknis, menentukan bobot kepentingankeingingan pelanggan, korelasi antar karakteristik teknis, dan nilai hubungankepentingan pelanggan terhadap karakteristik teknis. Teknik Quality FunctionDeployment (QFD) digunakan untuk menentukan prioritas dan rekomendasiperbaikan kinerja. Implementasi model dilakukan pada UMK pengolahan keripikpisang di Kotamadya Bandar Lampung, Propinsi Lampung, untuk menghasilkanrekomendasi perbaikan kinerja.
Copyrights © 2011