Latar Belakang. Dermatofitosis adalah suatu infeksi pada jaringan berkeratin yang disebabkan karena adanya kolonisasi dari jamur jenis dermatofita. Diperkirakan 20-25% dari populasi dunia telah terinfeksi oleh jamur dermatofita. Salah satu spesies dermatofita yang paling banyak menginfeksi yaitu Trichophyton mentagrophytes. Tanaman bawang dayak (Eleutherine americana (Aubl.) Merr. Ex K. Heyne) merupakan tanaman yang biasa digunakan masyarakat untuk mengobati penyakit kulit. Metode. Penelitian ini merupakan eksperimental murni secara in vitro dengan rancangan acak lengkap posttest only control group design. Aktivitas antijamur ekstrak diuji dengan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Kontrol positif yang digunakan adalah itrakonazol 8 µg dan kontrol negatif yang digunakan adalah Tween 80 10%. Hasil. Berdasarkan hasil penelitian, ekstrak etanol umbi bawang dayak memiliki aktivitas antijamur pada konsentrasi 600; 300; 150 mg/mL, KHM pada 150 mg/mL dengan zona hambat 9,15 mm, hasil skrining fitokimia didapatkan fenol, flavonoid, tanin, saponin, dan kuinon. Kesimpulan. Ekstrak etanol umbi bawang dayak memiliki aktivitas antijamur terhadap Trichophyton mentagrophytes
Copyrights © 2017