JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
Vol 6, No 2 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019

ARAHAN PEMANFAATAN LAHAN KAWASAN PESISIR DI KECAMATAN SUNGAI KUNYIT KABUPATEN MEMPAWAH

Azmi, Restu Al (Unknown)
Wulandari, Agustiah (Unknown)
Firdaus, Hendry (Unknown)



Article Info

Publish Date
19 Jun 2019

Abstract

Perkembangan pembangunan kawasan pesisir di Kecamatan Sungai Kunyit menyebabkan peningkatnya jumlah lahan terbangun. Peningkatan tersebut menyebabkan kerusakan dan degradasi kawasan pesisir terutama hutan mangrove. Mengingat bahwa pengembangan wilayah seharusnya memperhatikan kondisi fisik kawasan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menyusun arahan pemanfaatan lahan di kawasan pesisir Kecamatan Sungai Kunyit yang memperhatikan kesesuaian kondisi fisik dan fungsi kawasan. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kuantitatif dengan melakukan  analisis kesesuaian lahan, overlay, dan skoring. Data yang dibutuhkan berupa; peta administrasi, peta jenis tanah, peta curah hujan, peta kelerengan, jarak pantai, kebijakan terkait penataan kawasan pesisir, dan kondisi eksisting kawasan pesisir Kecamatan Sungai Kunyit. Penggunaan lahan eksisiting didominasi oleh kebun campuran, dan permukiman. Hasil dari identifikasi penggunaan lahan eksisting, dan analisis kesesuaian lahan, sebagai dasar untuk menentukan arahan peruntukan kawasan lindung dan kawasan budidaya. Arahan peruntukan kawasan pesisir di Kecamatan Sungai Kunyit adalah kawasan lindung sempadan pantai dan kawasan budidaya. Arahan kawasan lindung sempadan pantai ditentukan 200 meter dari garis pantai kearah daratan. Sedangkan untuk kawasan budidaya, yaitu: kawasan mangrove, permukiman, wisata, perdagangan, perindustrian, dan kawasan pertanian. Kata Kunci: Arahan pemanfaatan lahan, Kawasan pesisir, Kecamatan Sungai Kunyit

Copyrights © 2019






Journal Info

Abbrev

JMHMS

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture

Description

Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung ...