JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
Vol 2, No 2 (2015): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL UNTAN EDISI JUNI 2015

STUDI PEMAMPATAN KONSOLIDASI SEKUNDER TANAH GAMBUT DI KOTA PONTIANAK

Nursawemi, Hetty (Unknown)
., Aprianto (Unknown)
Faisal, Ahmad (Unknown)



Article Info

Publish Date
10 Jun 2015

Abstract

Tanah merupakan faktor yang sangat penting dalam bidang teknik sipil, baik sebagai tempat bertumpu (landasan) maupun sebagai bahan konstruksi pada bangunan-bangunan sipil. Agar konstruksi yang akan didirikan di atas tanah tersebut dapat berdiri kokoh, aman dan sesuai dengan umur rencana, maka sebaiknya tanah tempat konstruksi itu dibangun haruslah memiliki nilai-nilai geoteknis yang baik. Maksud dari penelitian ini adalah agar dalam perencanaan dan pelaksanaan konstruksi teknik sipil yang dibangun di atas tanah gambut segala permasalahan dan kendala dapat diatasi atau setidaknya dapat mengurangi permasalahan dan kendala tersebut. Dalam percobaan test uji konsolidasi ini ingin diketahui perbandingan parameter-parameter sekunder dan tersier setiap perubahan penambahan beban setiap sampel. Lokasikota Pontianak, baik yang berupa data primer maupun data sekunder. Data primer yang di ambil di disekitar lingkungan kampus Ekonomi, Sedangkan data sekunder yaitu di sekitar lingkungan kampus FKIP Untan (Adi Triswandi, 2005), Penyelidikan dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah Fakultas Teknik Untan. Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa tanah gambut di sekitar kota Pontianak termasuk jenis Fibrous peat (gambut berserat) dan perilaku pemampatannya umumnya dipengaruhi oleh pembebanan. Perilaku pemampatan yang diperlihatkan dari grafik hubungan Regangan-log waktu (t) terdapat 3 tahapan pemampatan yaitu : pemampatan primer, pemampatan sekunder, pemampatan tersier.Setelah dilakukan pengujian konsolidasi dengan perubahan beban bertahap untuk memperoleh nilai parameter “a”, diperoleh grafik nilai “a” terhadap beban, meningkat hingga pada pemberian beban 0,125 kg/cm2 mencapai optimum, namun ketika diberikan beban dua kali lipat dari beban optimum, yaitu sebesar beban 0,25 kg/cm2 pada pengujian dengan maksud mengetahui besarnya peningkatan nilai  parameter “a”, tetapi hasil yang diperoleh nilai parameter “a” menurun hingga 0,1587204. Nilai parameter “a” ini lebih rendah dari nilai parameter “a” 0,74041 awal dengan beban terkecil yang di uji yaitu 0,025.

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

JMHMS

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture

Description

Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung ...