JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang
Vol 5, No 1 (2018): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2018

PERBANDINGAN BIAYA ANGKUTAN BARANG ANTARA SISTEM TRANSPORTASI SINGLE-MODA DAN MULTIMODA (STUDI KASUS : TRAYEK PONTIANAK-SINTANG)

Agrista, Pregi (Unknown)
Akhmadali, - (Unknown)
Widodo, Slamet (Unknown)



Article Info

Publish Date
05 Feb 2018

Abstract

Jalan raya memiliki peran yang sangat strategis karena kenyamanan dan efisiensi waktu yang diberikan. Jalan penghubung wilayah studi adalah jalan nasional dengan kelas IIIA. Jalan tersebut mengalami kerusakan yang mempengaruhi biaya operasional moda angkutan barang dan berdampak pada harga jual barang yang diangkut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efisiensi biaya operasional angkutan barang dengan menggunakan transportasi multimoda dan mengetahui pengaruh multimoda terhadap kerusakan jalan.                Hasil penelitian menunjukan bahwa BOK kapal bandong adalah Rp 6,7,-/km/ton dan BOK truk adalah Rp 173,-/km/ton. Analisa skenario perjalanan menghasilkan 3 skenario multimoda. Skenario 1 adalah kondisi eksisting atau single-moda yang dapat dilakukan sepanjang tahun dan memiliki biaya angkutan barang door to door sebesar Rp 108.835,-/ton. Skenario 2 adalah perjalanan multimoda yang dapat dilakukan pada bulan September-Juni dengan biaya angkutan barang door to door sebesar Rp 63.448,-/ton. Skenario 3 adalah perjalanan multimoda yang dapat dilakukan pada bulan Juli-Agustus dengan biaya angkutan barang door to door skenario ini sebesar Rp 80.409,-/ton. Angkutan multimoda direncanakan akan mengangkut komoditas semen, bahan bangunan, pupuk, barang rongsokan, karet, dan lainnya. Angkutan single-moda tetap direncanakan mengangkut komoditas tertentu seperti sembako, kelontong, dan kernel. Kondisi angkutan barang pada wilayah studi diharapkan menjadi lebih efisien dan proporsional dengan menggunakan sistem multimoda. Saat ini kapal Bandong yang tersedia idealnya sebanyak 9 unit dan truk berjumlah 88 unit. Kebutuhan moda untuk mengangkut seluruh komoditas sesuai alternatif skenario adalah sebanyak 143 truk untuk skenario 1 (single-moda), skenario 2 (multimoda 1) membutuhkan 43 unit kapal Bandong dan 49 unit truk, dan skenario 3 (multimoda 2) membutuhkan 26 unit Kapal Bandong dan 63 unit truk. Kata Kunci :Angkutan barang, efisiensi, kapal bandong, multimoda, truk.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

JMHMS

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture

Description

Pesatnya perkembangan di dunia pendidikan mengakibatkan peningkatan kebutuhan terhadap bangunan tinggi sebagai sarana dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Bersumber pada Standar Nasional Indonesia (SNI 1726-2019) mengenai Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung ...