Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh perkebunan kelapa sawit terhadap konduktivitas hidrolik jenuh dengan menggunakan metode falling head permeability. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konduktivitas hidrolik jenuh pada perkebunan kelapa sawit yang berbeda umur tanamnya. Umur kelapa sawit terdiri dari 0 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 18 tahun dan 2 tahun peremajaan. Setiap lahan diukur konduktivitas hidrolik jenuhnya dan sifat fisiknya berupa berat isi, porositas, kadar serat dan pengujian unsur hara makro berupa Nitrogen, Fosfor, Kalium dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tua umur kelapa sawit, maka nilai konduktivitas hidrolik jenuh akan semakin kecil tetapi kembali meningkat setelah 2 tahun peremajaan. Nilai konduktivitas hidrolik jenuh dipengaruhi oleh berat isi, porositas dan kadar serat pada tanah gambut. Dari pengujian unsur hara makro diperoleh kadar Nitrogen sebesar 2,04%, 2,43%, 2,64%, 1,85%; Fosfor sebesar 153,47 ppm, 90,71 ppm, 79,27 ppm, 18,14 ppm, 36,3 ppm; Kalium sebesar  mmol/gram,  mmol/gram,  mmol/gram,  mmol/gram,  mmol/gram untuk masing-masing umur 0, 5, 10, 18 tahun dan 2 tahun peremajaan secara berurutan. Semua sampel tanah memiliki pH kurang dari 4,5.  Kata kunci : Konduktivitas Hidrolik, Kelapa sawit
Copyrights © 2017