Jaringan jalan dapat meningkatkan tingkat efektifitas dan efisiensi produksi serta kualitas interaksi sosial masyarakat, yang pada gilirannya menentukan daya saing daerah secara keseluruhan. Total panjang jalan nasional dan propinsi yang berada di Kalimantan Barat adalah 3.093,25 km, dari total panjang tersebut untuk jalan nasional sebanyak 14,47% mengalami rusak sampai rusak berat, sedangkan untuk jalan propinsi sebanyak 37,49% yang mengalami kerusakan. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi mengenai kondisi kerusakan jalan khususnya jalan propinsi pada ruas Nanga Pinoh – Sokan Kabupaten Melawi dan untuk mengidentifikasi penyebab kerusakan dan alternatif solusi penanganannya sehingga diperoleh rencana penanganan yang tepat guna dan efisien. Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan pada ruas jalan Nanga Pinoh – Sayan – Kota Baru – Sokan pada dasarnya dapat dibagi dalam 5 (empat) akumulasi jenis kerusakan utama yaitu : Kerusakan Lepas (tipe I), Kerusakan Lepas dan Lubang (tipe II), Kerusakan Retak, Lepas dan Lubang (tipe III), Kerusakan Retak dan Lepas (tipe IV), Kerusakan Gelombang, Lepas dan Lobang (tipe V). Penanganan kerusakan jalan ini dapat dilakukan dengan baik bila memperhatikan tipe dari kerusakan yang ada sedemikian sehingga daya dukung jalan yang diinginkan dapat diperoleh dengan baik. Selain itu hasil evaluasi dilapangan terlihat bawah faktor pendukung penyebab kerusakan adalah muatan berlebih dari kendaraan khususnya perkebunan (sawit), kurangnya penyediaan sistem drainase yang memadai dan lemahnya perhatian dari pemerintah untuk melakukan perbaikan baik dalam pemeliharaan rutin maupun pemeliharaan berkala yang sistematik dan berkesinambungan dalam rangka memperpanjang umur layan dari jaringan jalan yang ada.
Copyrights © 2009