Pembukaan gerbang pergerakan antarnegara di Kecamatan Nanga Badau Kabupaten Kapuas Hulu diharapkan mampu memberikan implikasi peningkatan nilai perdagangan dan hubungan timbale balik yang saling menguntungkan di antara kedua negara yang pada akhirnya diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Namun demikian, jarak tempuh yang cukup jauh saat ini mengakibatkan waktu tempuh perjalanan dan biaya yang dibutuhkan cukup besar. Untuk itu, direncanakan membangun jalur alternatif yang dapat memperpendek jarak dan mempersingkat waktu perjalanan yaitu melalui rute Sintang – Semitau – Badau. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola perubahan pergerakan pengendara terhadap perubahan rute perjalanan terutama pada rute alternatif dibandingkan rute yang lama. Berkenaan dengan hal tersebut maka pada analisis ini dibuat dua skenario dasar. Pertama, Skenario I (Do Nothing), yaitu memperikarakan pergerakan kendaraan bilamana tidak dilakukan pembangunan proyek jalan atau jembatan dimaksud. Artinya, pada skenario ini digunakan kondisi eksisting. Kedua, Skenario II (Do Something), yaitu memperkirakan pergerakan kendaraan bilamana dilakukan pembangunan proyek jalan atau jembatan tersebut. Berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan, pada skenario Do Something, terjadi peningkatan pergerakan kendaraan yang cukup besar yaitu dari 34 smp/hari menjadi 113 smp/hari atau sebesar lebih dari 300%. Ini terjadi karena pengendara lebih memilih perjalanan dengan jarak yang lebih pendek dan waktu yang lebih singkat.
Copyrights © 2009