Kondisi geografi kota Pontianak yang rendah dan datar seringkali menjadi alasan utama bagi pihak-pihak terkait dalam upaya mencari pemecahan masalah banjir dan pasang surut yang terjadi di kota Pontianak. Semakin menjamurnya bangunan infrastruktur di kota Pontianak namun tidak diikuti dengan konsep pembangunan saluran dan drainase yang baik dan optimal, dirasakan telah ikut memperparah keadaan dalam upaya pemeliharaan infrastruktur yang ada, terutama infrastruktur jalan. Permasalahan adanya genangan baik akibat curah hujan yang tinggi maupun saat terjadinya pasang surut masih kerap terjadi pada ruas-ruas jalan tersebut. Beberapa pihakpun meyakini salah satu dari sekian banyak penyebab kerusakan jalan adalah karena adanya kandungan garam (salinitas) pada air genangan akibat intrusi air laut pada saat terjadinya air pasang, terutama air pasang yang terjadi pada musim kemarau. Penulisan tesis dengan judul "Analisa Pengaruh Tingkat Salinitas Genangan Akibat Pasang Surut Terhadap Karakteristik Dan Stabilitas Lapis Permukaan Perkerasan Beraspal" ini bertujuan untuk mengetahui perubahan-perubahan sifat fisik (karakteristik) dan stabilitas campuran beraspal yang terjadi akibat tergenang/terendam air yang mengandung garam (bersalinitas).Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknik Sipil Politeknik Negeri Pontianak. Jenis perkerasan yang diteliti adalah jenis Lapis Tipis Aspal Beton (Lataston/ HRS-WC) dengan material agregat kasar dan bahan pengisi dari Sungai Pinyuh, material pasir dari Limbung (Sungai Kapuas), dan aspal keras Pen 60/70 Pertamina. Sedangkan sampel air bersalinitas dipersiapkan oleh PDAM Tirta Khatulistiwa Pontianak. Pengujian meliputi pemeriksaan terhadap bahan/material penyusun campuran, perancangan dan pembuatan benda uji. Benda uji yang dipakai sesuai standar pengujian Marshall berbentuk silinder berdiameter 4 inch (10,2 cm) dan tinggi 2,5 inch (6,35 cm) sebanyak 3 buah untuk setiap variasi tingkat salinitas air perendam. Pada penelitian ini digunakan 6 variasi tingkat salinitas yang dinyatakan dalam kadar klorida dalam air.Dari penelitian dihasilkan nilai-nilai karakteristik campuran aspal beton diantaranya nilai rongga dalam agregat (VMA) dan rongga dalam campuran (VIM) cenderung menurun seiring naiknya tingkat salinitas air. Sedangkan nilai kepadatan (density) dan rongga terisi aspal (VFB) cenderung naik seiring naiknya tingkat salinitas air. Nilai stabilitas Marshall dan kelelehan (flow) sebagai indikator utama sifat mekanis campuran beraspal menunjukkan penurunan seiring naiknya tingkat salinitas, dimana pada kadar klorida 5000 mg/liter nilai stabilitas 800 kg sudah tidak memenuhi persyaratan teknis campuran HRS-WC. Sedangkan untuk nilai kelelehan (flow) pada kadar klorida 2500 mg/liter 3 mm sudah tidak memenuhi persyaratan teknis campuran HRS-WC.Kata Kunci : Agregat, Aspal, Lataston (HRS-WC), Salinitas, Klorida, VMA, VIM, VFB, Stabilitas Marshall, Kelelehan (Flow)
Copyrights © 2018