Jurnal Teknik Sipil
Vol 15, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 NO 2 EDISI DESEMBER 2015

KAJIAN RENCANA OPERASI & PEMELIHARAAN JARINGAN IRIGASI DAERAH RAWA (STUDI KASUS DAERAH RAWA RASAU JAYA)

Ariadiningrat, Yahya (Unknown)



Article Info

Publish Date
09 Dec 2015

Abstract

Kegiatan Operasi dan Pemeliharaan (OP) serta pengelolaan air yang baik, sesuai dengan kondisi fisik lahan merupakan salah satu faktor penentu dalam keberhasilan pertanian di Daerah Rawa (DR) pasang surut. Tanpa infrastruktur yang baik dan OP yang memadai, khususnya yang mengatur aliran air, lahan pertanian pasang surut akan mengalami penurunan produktifitas. Penurunan produktifitas akan membuat lahan tidak lagi menarik jika digunakan untuk persawahan. Apabila perubahan ini berlangsung terus, maka ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian akan terancam. Pencegahan perubahan penggunaan lahan yang lebih jauh, perlu dikaji dengan cermat berbagai penyebabnya, diantaranya adalah bagaimana pelaksanaan pengelolaan operasi dan pemeliharaannya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data primer (pengamatan /observasi, wawancara dengan petani, pengukuran penampang melintang sungai, pengukuran debit aliran)   di lokasi studi, dan analisis data sekunder (klimatologi/iklim, hujan, pasang surut), melalui data tersebut diharapkan akan memberikan gambaran pelaksanaan operasi dan pemeliharaan diantaranya pengoperasian tata air pada sistim jaringan reklamasi rawa pasang urut dan pola tanam di musim hujan dan kering di Daerah Rawa (DR) Rasau Jaya khususnya di Desa Bintang Mas 2 Rasau Jaya IV.Pengamatan langsung di lokasi penelitian dan hasil analisis  menunjukkan bahwa waktu permulaan tanam padi adalah pada bulan Oktober, memiliki kebutuhan air tanaman paling sedikit (2,96 mm/hari) dan dilanjutkan dengan palawija atau sayur"“sayuran pada bulan Febuari, memiliki kebutuhan air tanaman paling tinggi (10,65 mm/hari), pola tanam padi-palawija-palawija, sesuai dengan hidrotopografi tipe B. Operasi pengaturan air dilakukan dengan pengaturan untuk satu blok tersier. Pengaturan air pada tingkat yang lebih rendah dapat dilakukan dengan tata air mikro, pengaturan air ditentukan oleh tinggi muka air/level di lahan, saluran tersier, saluran sekunder dan saluran primer, jika dibutuhkan penggenangan lahan, maka pintu ditutup /dikendalikan sehingga didapatkan tinggi muka air/level yang dibutuhkan tanaman (padi + 15 cm), palawija "“ 30 cm), tanaman keras (- 50 cm). Pada saat dibutuhkan pengeringan lahan, misal saat panen, pintu dibuka penuh untuk mengendalikan drainase lahan.  Kata kunci : operasi dan pemeliharaan, ketahanan pangan, tata air, pola tanam

Copyrights © 2015






Journal Info

Abbrev

jtsuntan

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture

Description

Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi peneliti yang hendak mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bentuk studi literatur, peneltian, dan pengembangan teknologi sebagai bentuk penerapan metode, algoritma, maupun kerangka kerja. ...