Anak retardasi mental merupakan individu yang mengalami hambatan keterampilan atau kecakapan selama masa perkembangan sehingga berpengaruh pada semua tingkat intelegensia, yaitu kemampuan kognitif, bahasa, motorik dan sosial. Peran keluarga khususnya ibu sebagai anggota keluarga sangat diperlukan bagi anak retardasi mental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran peran keluarga dengan anak retardasi mental di SDLB Negeri Labui Banda Aceh Tahun 2011 yang meliputi peran formal dan informal. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksploratif dan cara pengambilan sampel adalah probability sampling dengan Sampling jenuh. Penelitian dilakukan pada tanggal 8-10 September 2011 terhadap 55 responden ibu sebagai anggota keluarga dengan anak retardasi mental, pengumpulan data mengunakan kuesioner yang disusun dalam bentuk skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran formal 58,2% serta informal 56,4% berada pada kategori kurang dan secara umum peran keluarga juga berada pada kategori kurang yaitu 54,5%. Hal ini menunjukan keluarga masih perlu meningkatkan perannya agar lebih optimal. Penulis menyarankan kepada keluarga dengan anak retardasi mental agar lebih memberikan dukungan yang baik serta meningkatkan perannya sesuai dengan peran formal dan informal kepada anggota keluarganya yang mengalami retardasi mental dalam membantu memenuhi kebutuhan anak retardasi.
Copyrights © 2012