ABSTRAKMobilisasi merupakan kemampuan pasien untuk bergerak dan berjalan. Pada pasien fraktur dapat terjadidiskontinuitas jaringan tulang yang ditandai dengan nyeri, krepitasi, gangguan mobilisasi, sehingga pasienharus segera dimobilisasikan. Fenomena sekarang masih banyak pasien post fraktur yang tidak melalukanmobilitas sehingga menimbulkan gejala sisa. Menurut kondeptual model Dorothea E Orem self care defisitsemua pasien memiliki kemampuan untuk menolong dirinya sendiri, perawat bekerja hanya untukmemandirikan pasien sesuai dengan tingkat ketergantungan bukan menempatkan pasien pada posisidependent. Orem mengatakan ada tiga tingkatan derajat ketergantungan pasien, ketergantungan penuh,parsial dan supportif sehingga penulisan ini didapatkan bahwa pasien dapat melakukan aktifitaskemandiriannya sesuai dengan derajat ketergantungan.Kata kunci: fraktur, mobilisasi, self care defisit OremABSTRACTMobilisation is patient can exercise dan move. Patient fracture is discontinuity bone tissue was clinicalmanifestation, pain, crepitation, mobilisation problem. Fenomena now many patient nothing exercise becamescar tissue. The nurse give mobilisation theraphy for patient. Dorothea E Orem is all person have increasedself care, the working for patient otonomy validation compensatory system nothing patien dependentposition. Dorothea E Orem labels her self care deficit theory of nursing as general theory composed of thefollowing three related theories; wholly compensatory system, partly compensatory system and supportiveeducativesystem.patient can be able to perform his daily based the level of depending.Keywords: fracture, mobilisation, self care devicit Orem.
Copyrights © 2010