Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop Radiasi
Vol 9, No 2 (2013): Desember 2013

Pengaruh Pupuk Kandang dan SP-36 Terhadap Pertumbuhan Tanaman Padi Sawah

Taufiq Bachtiar (Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi, BATAN)
Setiyo H. Waluyo (Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi, BATAN)
Sri Harti Syaukat (Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi, BATAN)



Article Info

Publish Date
06 Jun 2016

Abstract

Sebuah penelitian telah dilakukan dengan menggunakan pupuk organik (pupuk kandang) dan pupuk anorganik (SP-36) dalam berbagai taraf. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa P-total tertinggi diperoleh pada perlakuan A3 (pemberian 50% SP-36 bersama-sama dengan pupuk organik 5 t ha-1 pada tanah dengan residu 15 t ha-1) untuk gabah dan A7 (pemberian 100% pupuk SP-36 pada tanah dengan residu 20 t ha-1) untuk jerami. Teknik P-32 yang digunakan mampu menentukan secara kuantitatif P-berasal dari pupuk dan tanah. P berasal dari pupuk yang tertinggi pada gabah dan jerami (%) didapatkan pada perlakuan A7. P berasal dari tanah dalam gabah dan jerami yang tertinggi didapatkan pada perlakuan A0 (%) sedangkan nilai persentase P berasal dari tanah terendah pada gabah dan jerami didapatkan pada perlakuan A7. Pertumbuhan tanaman yang diamati meliputi berat kering gabah, berat kering jerami, jumlah anakan dan tinggi tanaman. Pemberian pupuk anorganik (SP-36) memberikan pengaruh walaupun tanpa pemberian pupuk organik (kandang). Kata Kunci : residu, pupuk kandang, P-32, Serapan P, Padi Sawah

Copyrights © 2013