Perkembangan wilayah yang berbeda di Indonesia disebabkan karena kemampuan wilayah yang berbeda dalam menghasilkan sumber daya alam dan sumber daya manusia. Kabupaten Bojonegoro terus mengalami perkembangan dengan mulai beroperasinya pertambangan migas. Kecamatan Gayam merupakan kecamatan yang di dalamnya beroperasi pertambangan migas. Kecamatan Gayam terbentuk dari dua Kecamatan yaitu Kecamatan Kalitidu dan Kecamatan Ngasem. Pertambangan migas tidak hanya membawa perkembangan fisik tetapi juga sosial dan ekonomi pada Kecamatan Gayam, Kalitidu dan Ngasem. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) perkembangan wilayah secara fisik pada Kecamatan Gayam, Kaltidu dan Ngasem, (2) tingkat perkembangan wilayah tiap desa di Kecamatan Gayam, Kalitidu dan Ngasem, (3) perkembangan sosial ekonomi pada Kecamatan Gayam, Kalitidu dan Ngasem. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif. Unit analisis dalam penelitian ini seluruh desa yang secara administratif masuk di 3 Kecamatan : Gayam, Kalitidu dan Ngasem. Sampel ditentukan sebanyak 47 orang untuk mengetahui perkembangan sosial dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan survei, kuesioner, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik skoring. Hasil dari penelitian ini menunjukkan (1) perkembangan fisik di wilayah penelitian terlihat paling signifikan di wilayah dekat pertambangan migas yaitu Kecamatan Gayam dan Kalitidu. Perubahan penggunaan lahan pemukiman di tiga Kecamatan tahun 1994 sebesar 12% tahun 2010 sebesar 14%. (2) Terdapat variasi tingkat perkembangan wilayah tiap desa, di Kecamatan Gayam hanya terdapat satu desa atau 2,1% desa dengan tingkat perkembangan wilayah yang rendah yaitu desa Desa Brabuwan. Terdapat 11 desa atau 23,4% desa dengan tingkat perkembangan wilayah yang sedang. Di Kecamatan Kalitidu terdapat 2 desa atau 4,2% desa yang memiliki tingkat perkembangan wilayah yang tinggi yaitu Desa Kalitidu dan Desa Panjunan. Terdapat 13 desa atau 27,6% desa dengan tingkat perkembangan wilayah yang sedang. Terdapat 3 desa atau 6,4% desa yang memiliki tingkat perkembangan wilayah yang rendah yaitu Desa Talok, Desa Grebegan dan Desa Brenggolo. Di Kecamatan Ngasem terdapat 14 desa atau 29,8% desa yang memiliki tingkat perkembangan wilayah yang sedang. Terdapat 3 desa atau 6,4% desa dengan tingkat perkembangan wilayah yang rendah yaitu Desa Setren, Desa Butoh dan Desa Bandungrejo. (3) Perkembangan sosial masyarakat dengan kategori sedang sebesar 38,3%, perkembangan sosial masyarakat dengan kategori yang rendah sebesar 61,7%. Desa di Kecamatan Gayam, Kalitidu dan Ngasem dengan dengan perkembangan ekonomi yang tinggi tingkat perkembangan wilayahnya sedang. Kata kunci: Tingkat Perkembangan Wilayah, Gayam, Kalitidu, Ngasem
Copyrights © 2016