Swara Bhumi
Vol 1, No 2 (2016): vol. 1 Nomer 2 2016

EKSISTENSI PESANGGEM DI INDUSTRI MINYAK KAYU PUTIH DUSUN SUKUN DESA SIDOHARJO KECAMATAN PULUNG PONOROGO

WAHIDATUL FITRIANI, RIZQI (Unknown)



Article Info

Publish Date
26 Feb 2016

Abstract

Pada Desa Sidoharjo Kecamatan Pulung terdapat Lahan Hutan Tanaman Kayu Putih dan tepatnya di dusun Sukun Desa Sidoharjo yang terletak  sekitar 17 km arah timur dari kota Ponorogo memiliki luas 800 ha luas tanaman kayu putih ini terdapat Industri Minyak Kayu putih PERUM PERHUTANI UNIT II JAWA TIMUR IMKP. Industri ini berdiri pada tahun 1957. Hambatan yang dialami produksi industri minyak kayu putih dalam menjalankan usahanya seperti keterbatasan bahan baku yang sulit didapat karena tergantung cuaca musim hujan dan musim panen. Masyarakat pesanggem kayu putih sekitar mengurangi stok daun minyak kayu putih ke industri  terjadi penurunan pada jumlah tenaga kerja pesanggem padahal luas lahan tanaman kayu putih di Dusun Sukun Desa Sidoarjo Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo sangat luas dan cukup memadai untuk pertanian kayu putih.       Penulisan ini memiliki tujuan untuk mengetahui Karakteristik Sosial Ekonomi dan Sikap Eksistensi pesanggem kayu putih terhadap industri minyak kayu putih di Dusun Sukun Desa Sidoharjo Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo       Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode survei dengan analisis deskriptif. Sampel dalam penelitian ini yakni 90 pesanggem kayu putih  Di Desa Kademangan, Kecamatan Mojoagung, dimana penentuan sampel penelitian dilakukan berdasarkan Sistematika Random Sampling. Pada penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, pengamatan (observasi), dan dokumentasi.       Hasil penelitaian yang diperoleh adalah karateristik dan sikap pada masyarakat sekitar  alasan yang menjadi dasar untuk menjadi pesanggem kayu putih adalah kualitas sumberdaya manusia yang rendah. Pekerjaan dalam memungut atau memangkas daun kayu putih dilakukan setiap hari dan upahnya sesuai luas lahan tanaman kayu putih sesuai wewenang Perhutani. Alasan lain, karena memungut daun kayu putih mudah dikerjakan dengan alat sabit pada waktu panen 9 bulan dan didukung lahan tanaman yang luas di Desa Sidoharjo Kecamatan Pulung Ponorogo. Kata kunci : karakteristik,sikap pesanggem kayu putih

Copyrights © 2016