Abstrak Desa Menanggal kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto yang masyarakatnya secara umum merupakan petani dan pengrajin genteng, namun masyarakat yang awalnya merupakan petani beralih menjadi perajin genteng. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak yang timbul akibat adanya industri genteng, adapun dampak yang ingin diketahui antara lain kondisi ekonomi dan kondisi lingkungan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, lokasi penelitian di Desa Menanggal Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto. Subyek penelitian adalah masyarakat yang beralih pekerjaan dari sektor pertanian ke sektor industri. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan tiga tahapan, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Rencana pengujian keabsahan data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian, faktor pendapatan yang rendah (tadinya mengerjakan lahan sawah dengan luas 720 m2-1200 m2 sekarang mengerjakan 240 m2-480 m2) dan pendapatan yang tidak tetap di sektor pertanian tidak mampu mencukupi kebutuhan hidupnya serta tingkat pendidikan yang rendah mengakibatkan masyarakat di Desa Menanggal bekerja kasar (kuli, tukang, dll) karena tingkat pendidikan di Desa Menanggal tergolong rendah yaitu dari penduduk yang berjumlah 4.153 jiwa pendidikan rata-rata mereka dengan prosentase sebesar 0,32% lulusan Sekolah Dasar dengan jumlah penduduk 1.353 jiwa. Dampak yang ditimbulkan dengan adanya industri genteng di Desa Menanggal mempengaruhi kondisi lingkungan diantaranya polusi udara yang ditimbulkan saat proses pembakaran genteng yang ditandai dengan asap yang hitam, pekat yang tersebar di atmosfer menimbulkan efek sesak , tidak ada vegetasi penutup di sawah (rerumputan yang di daerahnya ditinggalkan), permukaan air tanah di dalam sumur mengalami penurunan sebesar 10-15 m , terjadi penurunan kualitas tanah (tandus dan kering). Kata Kunci: industri genteng, kondisi ekonomi, lingkungan Abstract The residence of Menanggal village, Mojosari which part of Mojokerto district are commonly farmer and tile craftsmen, but recently many farmer of this village transform to tile craftmen, having know of this transformation, this works is madeto discover how tile industry affects economic and environment aspect of Menanggal village. Kualitatif research method is conducted in this work which taking place in Menanggal village, Mojosari in which the subjects are the residence who transform their work from agriculture to industry. The data collecting process has been done by interviewing, observing, and documentating analized by three major step these are: data reduction, data presentation and conclution. While the validity have been examined using triangulation. As the result, this work descovended that low income (was working on wetland with an area of 720 m2-1200 m2) is one of the reason they transform to tile industry. This condition followed by unpredictable income in agricultural sector which impacted their education andeconomic level. The data shows that there are 0,32% of 4.153 residence quit this education after elementary school, it is 1.353 in number. Meanwhile the environment effect are air pollution affected by tile baking process, ash covering vegetation on agricultural land(grass in the area abandoned), decreasing of ground water level about 10-15 m and declining soil quality (become barren and dry) Keywords: tile industry, economi condition, environtment
Copyrights © 2016