Masalah utama yang dihadapi dalam bidang kependudukan adalah jumlah penduduk yang sangat besar dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010, jumlah penduduk Indonesia mencapai 237 juta jiwa dengan tingkat pertumbuhan lebih dari 1,5% setiap tahun. Pemerintah melakukan berbagai cara untuk bisa mengendalikan jumlah penduduk, salah satunya adalah dengan menggalakkan program Keluarga Berencana (KB). Kecamatan Kenjeran adalah salah satu kecamatan di Kota Surabaya yang memiliki angka kelahiran tertinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pengguna atau akseptor KB memilih Metode Kontrasepsi Non Efektif di Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya. Jenis penelitian ini menggunakan Metode Survey dengan pendekatan Cross Sectional Study. Jumlah populasi adalah seluruh akseptor KB aktif sebanyak 15.362 orang dengan jumlah sampel sebanyak 99 orang yang diambil berdasarkan rumus Slovin. Pengambilan sampel dilakukan secara Accidental Sampling. Teknik pengambilan data berupa data primer dan data sekunder serta analisis yang digunakan adalah uji Chi Square dengan (α = 0,05), dan Deskripsi Kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingkat pendidikan (p = 0,038) dengan pemilihan Metode Kontrasepsi Non Efektif. Variabel tingkat pendapatan (p = 0,159) dan jumlah anak (p = 0,266) tidak memiliki hubungan dengan pemilihan Metode Kontrasepsi Non Efektif. Variabel yang paling berpengaruh dalam pemilihan Metode Kontrasepsi Non Efektif ini adalah variabel tingkat pendidikan dengan nilai (p = 0,038). Berdasarkan analisis Deskriptif Kuantitaif diketahui bahwa sebagian besar masyarakat di Kecamatan Kenjeran (63,7%) memiliki tingkat pengetahuan yang cukup tentang Keluarga Berencana terutama dalam hal Metode Kontrasepsi. Kata Kunci: Keluarga Berencana, Akseptor KB, Metode Kontrasepsi Non Efektif.
Copyrights © 2017