Swara Bhumi
Vol 0, No 3 (2017): Volume 04 Nomor 3 2017

KAJIAN GEOGRAFIS PENDUKUNG EKSISTENSI ANGKUTAN PEDESAAN DI KABUPATEN NGANJUK DENGAN INDIKATOR PENDAPATAN SOPIR

SETYOKOADI, (Unknown)



Article Info

Publish Date
13 Jan 2017

Abstract

Abstrak Angkutan pedesaan di Kabupaten Nganjuk mengalami penurunan disemua trayek pada tahun 2014 sampai 2015. Penurunan jumlah armada terjadi sebanyak 22 unit angkutan pedesaan serta terjadi penyusutan trayek  sebanyak 3 trayek pada tahun 2015. Permasalahan yang ada dalam angkutan pedesaan di Kabupaten Nganjuk adalah berkurangnya jumlah penumpang dari waktu ke waktu, sehingga para pengusaha angkutan desa di Kabupaten Nganjuk mengalami kerugian karena keberlangsungan angkutan pedesaan tersebut diukur dari cukup tidaknya pendapatan yang diperoleh sopir untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Meskipun permasalahan cukup kompleks, namun eksistensi angkutan pedesaan tersebut masih terjaga dapat ditunjukkan dengan masih adanya faktor pendukung keberadaan angkutan pedesaan di Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor pendukung yang berpengaruh terhadap eksistensi angkutan pedesaan di Kabupaten Nganjuk. Populasi penelitian ini adalah seluruh wilayah trayek angkutan pedesaan di Kabupaten Nganjuk yang berjumlah 5 unit yaitu Nganjuk-Kertosono, Nganjuk-Wilangan-Sudimoroharjo, Kertosono-Patianrowo-Ngepung-Lengkong, Nganjuk-Sawahan, dan Kertosono-Kemaduh-Lengkong. Data diperoleh dari pengamatan di lapangan dan dari berbagai sumber dan instansi yang terkait. Teknik analisis data menggunakan  regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh antara  jumlah armada, headway, waktu tempuh dengan eksistensi angkutan pedesaan di Kabupaten Nganjuk. Faktor yang paling berpengaruh terhadap eksistensi angkutan pedesaan di Kabupaten Nganjuk adalah jumlah armada angkutan pedesaan di Kabupaten Nganjuk. Besar pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat sebesar 99%. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa wilayah trayek yang dilayani oleh angkutan pedesaan secara terus-menerus dan teratur berkembang menjadi daerah yang maju, yang mampu mengimbangi pesatnya perkembangan pusat kota. Namun daerah – daerah yang dilayani oleh angkutan umum yang tidak terus menerus dan teratur akan semakin tertinggal. Indikasinya dapat dilihat dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa trayek dengan jumlah armada dan trayek terbanyak diikuti dengan jumlah kepadatan penduduk tinggi dan wilayah yang luas. Kata Kunci : Angkutan Pedesaan, Faktor-Faktor Pendukung, Eksistensi Angkutan Pedesaan.

Copyrights © 2017