Salah satu produk unggulan di Kabupaten Sidoarjo yang memiliki potensi besar adalah kerajinan batik. Sejak jaman pra-penjajahan, di Kabupaten Sidoarjo tercatat sebanyak 3 kampung batik tulis, yaitu Kedung Cangkring, Sekardangan dan Jetis, namun Kampung Batik Jetis saja yang bertahan sementara kampung batik lainnya telah punah karena tidak ada generasi penerusnya. Pengrajin melakukan berbagai upaya strategi penghidupan agar dapat mempertahankan usaha Batik Tulis Jetis. Tujuan penelitian untuk mengetahui strategi penghidupan yang dilakukan pengrajin dalam mempertahankan eksistensi batik tulis Jetis dengan sub fokus modal manusia, modal sosial, modal alamiah, modal finansial dan modal fisik, kemudian upaya apa saja yang dilakukan oleh pengrajin untuk mempertahankan eksistensi Batik Tulis Jetis. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan studi kasus. Teknik yang dilakukan adalah melalui observasi serta wawancara mendalam kepada informan. Hasil penelitian ini menujukkan strategi penghidupan pengrajin batik yang tidak mempunyai pekerjaan sampingan termasuk kedalam strategi konsolidasi (consolidation strategy). Strategi yang dilakukan yaitu mengandalkan pinjaman bank saat tidak mempunyai modal untuk memproduksi batik, karena mereka tidak memiliki pekerjaan lain. Pengrajin yang masuk dalam strategi akumulasi (accumulation strategy) yaitu pengrajin yang mempunyai pekerjaan lain diluar menjadi pengrajin batik. Pengrajin yang memiliki pekerjaan lain tidak perlu mengandalkan dana dari pinjaman bank maupun sumber dana lainnya karena mereka dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan baik. Upaya yang dilakukan oleh para pengrajin untuk mempertahankan eksistensi Batik Tulis Jetis dengan cara gencar melakukan promosi lewat online maupun mengikuti event yang ada. Pengrajin mengikuti event mulai dari yang umum, mandiri maupun dinas. Kata kunci: strategi penghidupan, eksistensi batik
Copyrights © 2017