Abstrak Banjir merupakan kejadian bencana tahunan yang terjadi di Kabupaten Lamongan. Kawasan di Kabupaten Lamongan yang menjadi daerah langganan banjir setiap tahun pada musim penghujan adalah kawasan Bengawan Jero yang memiliki ketinggian lebih rendah dibandingkan daerah sekitarnya termasuk lebih rendah dari ketinggian Sungai Bengawan Solo. Kawasan ini dilalui oleh banyak sungai yaitu Kali Mengkuli, Kali Plalangan dan Kali Dapur yang kemudian mengalir ke Kali Blawi dan bermuara di Sungai Bengawan Solo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat bahaya banjir dan tingkat kerentanan permukiman terhadap banjir di Sub-DAS (daerah aliran sungai) Blawi Bengawan Jero. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Jenis data yang dikumpulkan adalah data primer dan data sekunder, data primer diperoleh dengan menyebar kuesioner kepada subjek penelitian yaitu masyarakat yang terdampak genangan banjir serta data sekunder dari BPS Kabupaten Lamongan dan Dinas PU (pekerjaan umum) Pengairan Kabupaten Lamongan. Teknik analisis data menggunakan metode skoring kemudian diklasifikasikan dalam tiga kelas, yaitu tingkat kerentanan rendah, kerentanan sedang dan kerentanan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan dari lokasi permukiman 50 subjek penelitian di Sub-DAS (daerah aliran sungai) Blawi Bengawan Jero yang tersebar di 3 tingkat elevasi (elevasi 0-(-24) cm, elevasi -25 cm-(-48) cm dan elevasi -49 cm-(-72) cm) menyatakan tingkat bahaya banjir dari parameter lama genangan banjir masuk kategori tinggi dengan lama genangan >48 jam. Berdasarkan pada parameter tinggi dan frekuensi genangan banjir masuk kategori sedang dengan tinggi genangan banjir 20-50 cm dan frekuensi genangan banjir 2-5 kali kejadian dalam satu tahun. Tingkat kerentanan permukiman disemua elevasi (0-(-24) cm, -25 cm-(-48) cm dan -49 cm-(-72) cm) di kawasan Sub-DAS (daerah aliran sungai) Blawi Bengawan Jero masuk kategori kerentanan sedang dari perhitungan skor indikator variabel kondisi rumah, kondisi keluarga, intensitas genangan dan persepsi kenyamanan tempat tinggal. Kata kunci: Kerentanan, Permukiman, Bahaya Banjir, Sub-DAS (daerah aliran sungai) Blawi Bengawan Jero Abstract Flood is an annual disaster occurring in Lamongan District. Especially the area of Bengawan Jero which has a lower altitude than the surrounding area as well as lower than the height of the Bengawan Solo River. This area was traversed by many rivers namely Kali Mengkuli, Kali Plalangan and Kali Dapur which flowing into Kali Blawi and empties into the River Solo. The purpose of this research was to know the level of flood hazard and the level of vulnerability of settlements to flood in Blawi Bengawan Jero Sub-Basin. The method used in this research was survey method. The types of data collected were primary and secondary data, Primary data was collectedby spreading questionnaires to the research subjects of the community affected by flooding as well as secondary data from BPS (Regional Disaster Management Agency), Lamongan public work department in water treatment in Lamongan district. Technique of data analysis used scoring method then classified in three classes, such as low level of vulnerability, medium vulnerability and high vulnerability. The results showed from the location of the settlement of 50 subjects in Blawi Bengawan Jero Sub-Basin spread in 3 levels of elevation (elevation 0-(-24) cm, elevation -25 cm-(-48) cm and elevation -49 cm-(-72) cm States the level of flood hazard from the parameter of long flood puddles in the high category with long puddle >48 hours. based on the parameters of high and the frequency of flooding in the medium category with high flood puddle 20-50 cm and the frequency of flooding 2-5 times incidents in one year. The level of vulnerability of settlements in all elevations was (0-(-24) cm, elevation -25cm-(-48) cm and elevation -49 cm-(-72) cm In Blawi Bengawan Jero Sub-Basin area was categorized as medium vulnerability from calculation of the indicator variable scores of house condition variable, Family condition, inundation intensity and perception of residence comfort. Keywords: Vulnerability, Settlement, Flood Hazard, Blawi Bengawan Jero Sub-Basin
Copyrights © 2017