Swara Bhumi
Vol 5, No 01 (2017): Volume 05 Nomor 01 Yudisium 90

ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN TAMAN KOTA SEBAGAI RUANG PUBLIK DI KOTA MADIUN (STUDI MULTIKASUS DENGAN PENDEKATAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS)

Kartikasari, Fani (Unknown)



Article Info

Publish Date
22 May 2017

Abstract

Abstrak Taman kota merupakan bagian dari ruang terbuka yang dimanfaatkan sebagai kegiatan publik. Taman Lapangan Demangan, Taman Bantaran, dan Taman Alun-Alun berpotensi untuk dijadikan sebagai ruang publik. Ketiga taman tersebut belum bisa berfungsi secara optimal sebagai ruang publik karena kurang lengkapnya fasilitas publik yang disediakan bagi masyarakat untuk melakukan berbagai aktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana alternatif prioritas potensi pengembangan taman kota sebagai ruang publik di Kota Madiun, dilihat dari kriteria : Jumlah Pengunjung, Sarana dan Prasarana, Kemanfaatan, Pendukung Kegiatan, Aksesibilitas, Letak dan Lokasi dengan alternatif Taman Lapangan Demangan, Taman Bantaran, dan Taman Alun-Alun. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan operasi matematis. Lokasi penelitiannya adalah di Kota Madiun, dengan sumber data dari narasumber yang expert di bidang tata kota yaitu : DKP (Dinas Kebersihan dan Pertamanan), BAPPEDA (Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah), DIBUDPARPORA (Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olah Raga), Dosen Universitas Merdeka Madiun, dan anggota masyarakat. Penelitian ini analisis datanya menggunakan teknik analisis data AHP (Analytical Hierarchy process) dengan program Expert Choice. AHP merupakan salah satu teknik pengambilan keputusan, dimana operasi hitung pada AHP bersifat matematis. Proses keputusan kompleks dengan AHP dapat diuraikan menjadi keputusan-keputusan lebih kecil yang dapat ditangani dengan mudah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk kriteria persentase tertinggi yaitu jumlah pengunjung sebesar 39,2% dan alternatif Taman Lapangan Demangan sebesar 50,6%.  Jumlah pengunjung yang datang ke Taman Lapangan Demangan tidak terbilang banyak. Kondisi dari taman tersebut yang kurang terawat sehingga masyarakat jarang mengunjungi taman tersebut. Taman Lapangan Demangan diharapkan tetap terjaga baik dari segi fisik, karena apabila pengunjung kurang merasa puas dari apa yang dapat dirasakan dan terdapat di taman kota tersebut maka keinginan pengunjung untuk mendatangi taman kota ini menjadi berkurang. Taman Lapangan Demangan di Kota Madiun lebih diprioritaskan untuk dikembangkan sebagai ruang publik karena lebih luas dibandingkan taman-taman yang lain, aksesibilitas yang mudah, serta sarana dan prasarana yang lengkap dimungkinkan untuk ditingkatkan dengan cara menambah fasilitas penunjang taman kota sebagai ruang publik dan juga memperbaiki serta memelihara sarana dan prasarana yang sudah ada. Kata Kunci : Potensi, Taman Kota, Ruang Publik, AHP   Abstract City park is part of the open space used as a public activity. Those three parks can’t be functioned optimally as public space due to lack of complete public facilities provided for the community to conduct various activities. This study aimed to determine how to prioritize city park development potential as public space in Madiun City, by criteria given as follows: the number of Visitors, Infrastructures, Usefulness, Activity Support, Accessibility,  Setting and Location with alternatives, that was Demangan Square Park, Bantaran Parks , and Square Park . This research was a qualitative research using mathematical operations. The location of research was in Madiun City, with the sources of the data from persons who were experts in city planning : DKP (Department of  Hygiene and Gardening), BAPPEDA (Regional Planning and Development Agency)), DIBUDPARPORA (Tourism, Culture Youth and Sport  Agency), Lecturer of Madiun Merdeka University, and members of the community. Analysis of data used AHP (Analytical Hierarchy Process) with Expert Choice program. AHP was one of the decision making techniques, in which the arithmetic operation on AHP was mathematical. Complex decision processes could be decomposed into smaller decisions that can be handled easily with AHP. The results showed that the highest percentage criteria for the number of visitors was 39,2% and an alternative Demangan Square Park was 50,6%. The number of visitors who came to Demangan Square Park was not a lot. This was because the condition of the park was not well maintained so that people were reluctant to visit the park. Demangan Square Park was expected to stay well in terms of physical, because if visitors were less satisfied with the city park, the desire of visitors to visit the city park was reduced. Demangan Square Park in Madiun City was prioritized to be developed as a public space because it was more extensive than other parks, easy accessibility, complete facilities and infrastructure was possible to be improved by adding city park support facilities as public spaces and also improving and maintaining existing facilities and infrastructure. Keywords : Potential, City Park, Public Space, AHP

Copyrights © 2017