Abstrak Pertumbuhan penduduk yang terjadi setiap tahun mengakibatkan kebutuhan tempat tinggal semakin meningkat. Pada tahun 2015 pertumbuhan penduduk sebesar 12,01% dari 6.823 jiwa menjadi 7.755 jiwa. Desa Laban Kecamatan Menganti sebagai wilayah peri urban merupakan bagian daerah menarik bagi penduduk untuk mendirikan tempat tinggal yang dapat mengakibatkan terjadinya alih fungsi lahan khususnya dari pertanian ke non-pertanian. Alih fungsi lahan memberi dampak kondisi sosial, ekonomi, budaya, dan persepsi penduduk yang telah lama menetap di wilayah peri urban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak sosial, ekonomi, budaya dan persepsi penduduk Desa Laban terhadap perubahan penggunaan lahan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskripsi kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah para petani yang menjual lahannya untuk dijadikan lahan non-pertanian sebanyak 38 responden. Semua populasi dijadikan sampel karena jumlah populasi kurang dari 100. Variabel yang digunakan yang digunakan adalah kondisi sosial, kondisi ekonomi, kondisi budaya, orientasi terhadap nilai sosial, orientasi terhadap nilai ekonomi, orientasi terhadap nilai budaya. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif berdasarkan hasil presentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki kondisi sosial dalam kategori baik dengan skor rata-rata 109,5. Kondisi ekonomi responden termasuk dalam kategori baik dengan skor rata-rata 88,54. Kondisi budaya termasuk dalam kategori baik dengan skor rata-rata 93,86 yang artinya masih memegang sifat-sifat kedesaan. Persepsi responden memiliki skor rata-rata 95,90 yang menunjukkan bahwa responden termasuk dalam kategori petani moderat. Kata Kunci: Wilayah Peri Urban, Kondisi Sosial Ekonomi Budaya, Persepsi Abstract Population growth caused the increase of house needs every year. In 2015, population grew 12,01% from 6.823 people into 7.755 people. . Laban Village, Menganti Subdistrict as peri-urban drawing the interest for people to build a house. This might caused especially conversion of agricultural land to non-agricultural land Land conversion influenced social, economic, culture condition and people perception who had been living in peri-urban area. This study aimed to determine social, economic, cultural effect and people perception about land conversion This study used quantitative descriptive. The sample of study were 38 farmers who sold their land for non agricultural land uses since its number was all less than 100. The variable of the study were social condition, economic condition, cultural condition, orientation of social value, orientation of economic value, orientation of culture value. The data were collected using questionnaire and documentation and analyzed using descriptive quantitative based on precentage calculation. The result showed that the average score of had social condition of people was 109,5, categorized as good. Average score of economic condition of people was 88,54, categorized as good. average score of cultural condition of people was 93,86 , categorized as good, that meant people still kept characteristic as a rural society. The average score of perception of people was score 95,90 meaning that the people was classified as moderate farmers. Keywords :Peri-Urban Area, Social Economic, Cultural Condition and Perception, Land conversion
Copyrights © 2018