Avatara
Vol 5, No 3 (2017): Vol 5 Nomer 3 (Oktober 2017)

PERKEMBANGAN TRADISI BUCU KENDHIT DI DESA SOKOGRENJENG KECAMATAN KENDURUAN KABUPATEN TUBAN TAHUN 1971-2013

RATIH WULANDARI, RATNA (Unknown)



Article Info

Publish Date
21 May 2017

Abstract

Penelitian tentang tradisi Bucu kendhit ini didesa Sokogrenjeng sangat menarik diteliti karena perkembangan tradisi ini berbeda tidak seperti tradisi lainnya pada umumnya  Perbedaannya terletak saat berganti kepemimpinan kepala desa baru yang tidak melaksanakan tradisi Bucu Kendhit , padahal tradisi tersebut sebelumnya telah lama dilaksanakan sebagai adat kebiaasaan masyarakat desa yang dipimpin oleh kepala desa dahulu. Hal ini menjadi ketertarikan penulis dalam membahas perkembangan tradisi Bucu Kendhit di desa Sokogrenjeng. Penelitian ini membahas, (1) faktor-faktor penyebab munculnya tradisi Bucu Kendhit di Desa Sokogrenjeng, kecamatan Kenduruan, kabupaten Tuban ; (2) makna filosofis tradisi Bucu Kendhit di Desa Sokogrenjeng,kecamatan Kenduruan, kabupaten Tuban ; (3) perkembangan tradisi Bucu Kendhit di desa Sokogrenjeng, kecamatan Kenduruan, kabupaten Tuban. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah, beberapa tahapannya yaitu, heuristik, kritik, interpretasi sumber dan historiografi. Dari penelitian ini dapat dapat disimpulkan beberapa hal,yaitu (1)faktor-faktor-faktor penyebab munculnya tradisi Bucu Kendhit di desa Sokogrenjeng, kecamatan Kenduruan, kabupaten Tuban diantaranya adanya musibah penyakit kolera yang menyerang desa pada tahun 1971, terjadinya banjir bandang yang menenggelamkan desa pada tahun 1978 dan terjadinya krisis pertanian desa pada tahun 1972 .(2)makna filosofis tradisi Bucu Kendhit di desa Sokogrenjeng, kecamatan Kenduruan, kabupaten Tuban yaitu nasi tumpeng kendhit sebagai simbol penolakan terhadap musibah dan bencana yang terjadi didesa, (3)perkembangan tradisi Bucu Kendhit di desa Sokogrenjeng, kecamatan Kenduruan, kabupaten Tuban dimulai  ketika tahun 1971 pada saat kepemimpinan kepala desa Soepani ,periode selanjutnya oleh kepala desa Sudarso tahun 1990-1999, kemudian oleh kepala desa Soetardjan tahun 1999-2007, dan tahun 2007-2013 yaitu pada masa kepemimpinan kepala desa Kunawi Kata kunci : Tradisi Bucu Kendhit, Perkembangan,Kenduruan

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

avatara

Publisher

Subject

Arts Humanities Education

Description

E-Journal AVATARA terbit sebanyak tiga kali dalam satu tahun, dengan menyesuaikan jadwal Yudisium Universitas Negeri Surabaya. E-Jounal AVATARA diprioritaskan untuk mengunggah karya ilmiah Mahasiswa sebagai syarat mengikuti Yudisium. Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Sejarah - Fakultas ...