Avatara
Vol 6, No 3 (2018)

RESPON GURU DAN SISWA SMA DI KABUPATEN TUBAN TERHADAP PENGELOLAAN MUSEUM KAMBANG PUTIH SEBAGAI SUMBER LITERASI SEJARAH DAN BUDAYA SERTA PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER

, INDARTI (Unknown)
SUPRIJONO, AGUS (Unknown)



Article Info

Publish Date
24 Jul 2018

Abstract

Dewasa ini masyarakat Indonesia kurang memiliki kesadaranterhadap pentingnya peranan museum sebagai pendidikan, padahal di dalam museum itu sendiri terdapatbenda-benda peninggalan sejarah yang dapat digunakan untuk mengetahui sejarah dan budaya bangsa kita sehinggabisa membentuk karakter yang baik bagi generasi penerus. Hal ini juga berlaku terhadap Museum Kambang PutihTuban yang kurang dimanfaatkan untuk sarana pendidikan, oleh karena itu peneliti ingin mengetahui bagaimanarespon guru dan siswa terhadap pengelolaan Museum Kambang Putih sebagai tempat literasi sejarah dan budayaserta penguatan pendidikan karakter.Penelitian ini termasuk dalam penelitian kulitatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif, karena selainmendeskripsikan bagaimana respon guru dan siswa SMA di Kabupaten Tuban terhadap pengelolaan museum respontersebut juga akan diprosentasikan dalam bentuk angka. Untuk mengetahui bagaimana respon guru dan siswa SMApeneliti menggunakan angket sebagai instrumen serta wawancara dan dokumentasi untuk melengkapi hasilwawancara tersebut.Dari hasil wawancara tersebut 123 siswa dari empat sekolah di Kabupaten tuban 122 siswa diantaranyamengatakan bahwa Museum Kambang Putih dapat digunakan sebagai tempat literasi dan pendidikan karakter,karena di museum sendiri terdapat banyak benda koleksi peninggalan sejarah mulai dari masa pra aksara sampaimasa kolonial. Selain itu juga terdapat koleksi alat musik tradisional dan batik serta alat untuk membuatnya.Sedangkan satu siswa lainnya mengatakan bahwa belajar sejarah bisa dilakukan dimana saja tidak hanya di museum.Untuk fasilitas juga sudah cukup baik, bersih dan penataan koleksi disesuaikan dengan masa untukmemudahkan siswa mempelajari sejarah, ruang pameran benda yang cukup luas. Walaupun belum sepertimuseum-museum di kota tetapi Museum Kambang Putih sudah nyaman jika digunakan sebagai tempat untukpembelajaran.Sedangkan respon daru guru, empat guru yang menjadi responden dua diantaranya memberikan responyang positif pula sedangkan dua lainnya ada yang megatakan kurang baik dan kurang tau bagaimana pengelolaanMuseum Kambang Putih kambang Putih. Untuk respon positif guru tersebut megatakan bahwa museum sudahmemiliki fasilitas yang baik serta koleksi yang mendukung untuk pembelajaran dan literasi. Sedangkan responnegatif karena menurut guru tersebut museum Kambang Putih koleksinya masih sedikit, padahal di museum sendirimemiliki lebih dari 5000 benda koleksi yang dapat dimanfaatkan sebagai pembelajaran karena mewakili dariberbagai priode masa di Indonesia. Kata kunci : pengelolaan museum kambang putih, literasi, pendidikan

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

avatara

Publisher

Subject

Arts Humanities Education

Description

E-Journal AVATARA terbit sebanyak tiga kali dalam satu tahun, dengan menyesuaikan jadwal Yudisium Universitas Negeri Surabaya. E-Jounal AVATARA diprioritaskan untuk mengunggah karya ilmiah Mahasiswa sebagai syarat mengikuti Yudisium. Jurnal Online Program Studi S-1 Pendidikan Sejarah - Fakultas ...