BAPALA
Vol 5, No 2 (2018)

PENGEMBANGAN KARTU CERIITA RAKYAT JAWA TIMUR UNTUK MENINGKATKAN MINAT BACA ANAK DI KOMUNITAS RUMAH BACA GRIYA AKSARA SIDOARJO

RIZQI HASANAH DEVI, NADYA (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 May 2018

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya minat baca di Indonesia. Di samping minat baca merupakan keterampilan yang didapatkan setelah lahir, maka minat baca perlu dibiasakan dan dikembangkan, khususnya untuk anak-anak. Hal itulah yang menjadi tujuan dikembangkannya produk Kartu Cerita Rakyat. Sementara itu penelitian ini dilaksanakan di rumah baca Griya Aksara, pemilihan tempat tersebut karena ingin memberikan pengalaman yang menyenangkan dari kegiatan membaca. Proses pengembangan Kartu Cerita Rakyat melewati tahapan seperti: analisis permasalahan, merumuskan tujuan, memilih cerita, meringkas dan membuat skenario cerita, menyesuaikan kebahasaan, membuat lay-out, dan mencetak kartu cerita rakyat. Sementara itu hasil validasi aspek materi, kartu cerita rakyat mendapatkan presentase 80% yang termasuk dalam kategori layak. Begitupula aspek desain yang mendapatkan presentase 70,7% dalam kategori layak juga. Di samping itu pada data kepraktisan penggunaan Kartu Cerita Rakyat yang diambil dari angket, jawaban dari anak-anak banyak menunjukkan rasa senang menggunakan Kartu Cerita Rakyat, begitupula jawaban angket yang diberikan pengelola rumah baca yang menyatakan mereka senang dengan penggunaan kartu tersebu. Sementara itu data observasi sebagai ukuran peningkatan minat baca yang diukur dengan tiga aspek, seperti kunjungan, peminjaman buku dan baca buku di tempat menunjukkan kenaikan tetapi tidak terlalu signifikan. Kata kunci: Minat Baca, Anak-anak,dan Kartu Cerita Rakyat Abstract This research is motivated by low interest reading in Indonesia. Beside of reading interest is a skill acquired after birth, the interest in reading needs to be familiarized and developed, especially for children. Thats the purpose of the development of the Folklore Card product. Meanwhile, this research was conducted at Griya Aksara reading home, the selection of the place because it wanted to provide a fun experience of reading activities. The process of developing a Folklore?s Card passes through stages such as: problem analysis, formulating objectives, choosing stories, summarizing and creating story scenarios, customizing language, making layouts, and printing folklore cards. Meanwhile, the validation results of the material aspect, the folklore cards get the percentage of 80% which is included in the eligible category. Then, the design aspect that gets a 70.7% percentage in a decent category as well. In addition to the data on the practicality of using Folklore Cards taken from the questionnaire, the answers from the children showed a lot of fun using the Folklore Card, as well as the questionnaire responses given by the home manager who said they were happy with the use of the card. Meanwhile, observation data as a measure of increased interest in reading as measured by three aspects, such as visits, book borrowing and on-site reading shows an increasing but not very significant. Keywords : Reading interest, Children, and Folklore?s card

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

bapala

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Jurnal berkala ilmiah mahasiswa yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jur. Bahasa dan Sastra Indonesia, FBS, Unesa. Jurnal ini berisikan publikasi kependidikan, kesastraan, dan ...