Jurnal Mahasiswa Bimbingan Konseling
Vol 6, No 2 (2016): Volume 6 Nomer 2

STUDI TENTANG PERILAKU AGRESIF SISWA DI SMP NEGERI SE-KECAMATAN NGANJUK  

Pamungkas, Aryseno (Unknown)



Article Info

Publish Date
29 Mar 2016

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bentuk perilaku agresif pada siswa, bentuk penanganan oleh konselor sekolah, serta hambatan yang ditemui dalam menangani perilaku agresif pada siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, untuk menentukan sumber data dilakukan secara purposive sampling. Subjek utama penelitian ini adalah remaja (siswa SMP) yang menunjukan perilaku agresif dengan subjek pendukung yaitu konselor sekolah, guru kelas serta kepala sekolah. Jumlah subjek dalam penelitian ini 15 orang. Penelitian dilaksanakan di kecamatan Nganjuk. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Uji kredibilitas data, peneliti menggunakan trianggulasi teknik dan trianggulasi sumber. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini yaitu; Perilaku agresif siswa dalam bentuk verbal berupa mengejek kejelekan atau kekurangan fisik, mengolok-olok, kata-kata kotor, menyuruh-nyuruh, menggoda lawan jenis, dan juga berupa ancaman. Sedangkan dalam bentuk non verbal berupa; melempar-lemparkan barang atau benda, merampas uang maupun benda, memelototi, meludahi, mencubit, memegang bagian tubuh lawan jenis, mendorong, serta pukulan dan tendangan pada bagian tubuh. Bentuk penanganan perilaku agresif siswa dalam upaya pencegahan dan pemahaman yaitu dengan pemberian layanan informasi secara klasikal dan juga melalui bimbingan kelompok. Upaya pengentasan masalah dengan konseling individu, bimbingan kelompok, pemanggilan orang tua, mediasi, kunjungan rumah, alih tangan kasus, dan konferensi kasus. Upaya pemeliharaan berupa pemantauan, bimbingan secara rutin, and peer konseling. Hambatan dari siswa yaitu ketika menemui siswa yang kurang kooperatif, berkarakter keras, agresifitasnya tinggi dan siswa sering tidak masuk sekolah. Hambatan dari orang tua yaitu sulit melakukan koordinasi serta ketika menemui orang tua dengan karakter kurang kooperatif. Sedangkan untuk kasus tawuran antar sekolah, hambatan yang ditemui adalah sulitnya melakukan koordinasi dengan pihak sekolah lain. Selanjutnya hambatan yang ditemui dalam upaya pengamatan yaitu upaya pengamatan tidak bisa dilakukan secara terus-menerus karena keterbatasan waktu dan tenaga.   Kata kunci : Remaja, Perilaku Agresif

Copyrights © 2016