Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis peranan budaya Tionghoa dan Jawa yang dianut oleh pemilik terhadap penerapan sistem pengendalian manajemen (SPM) khususnya personnel dan cultural control pada usaha kecil dan menengah (UKM), yakni Percetakan X sebagai obyek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilik Percetakan X yang menganut budaya Tionghoa dan Jawa menerapkan pengendalian yang subjektif, pemberian reward yang berdasarkan pada hasil, adanya reward untuk kelompok, pengendalian yang desentralisasi, perlakuan yang sama dari atasan terhadap seluruh karyawan tanpa memandang etnis. Selain itu, penelitian ini juga membuktikan bahwa pengendalian informal memiliki peranan yang lebih penting dalam bisnis berskala kecil dan menengah (UKM) daripada pengendalian formal.
Copyrights © 2016